Gubernur NTB Terjunkan Tim, Dugaan Pencemaran Pantai Amahani Bima

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 28 Apr 2022 00:05 WIB
Tim peneliti saat mengambil sampel air di Pantai Amahami di Bima, NTB
Tim peneliti saat mengambil sampel air di Pantai Amahami di Bima, NTB. (Foto : IST)
Mataram -

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr H Zulkieflimansyah menanggapi soal dugaan pencemaran limbah di Pantai Amahami dan Lawata di Kabupaten Bima yang terjadi sejak Selasa (26/4/2022).

Zulkiefliemansyah mengaku bahwa tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, LHK Kabupaten Bima dan Kepolisian Resort Kota Bima telah terjun ke lapangan untuk mencari tahu penyebab dugaan pencemaran limbah di teluk Bima.

"Disepakati yang memberi keterangan Kapolres Kota Bima dan Dinas Kelautan dan LHK. Kami sudah (perintahkan) terjun ke lapangan dari awal," singkat Zulkifliemansyah melalui sambungan telepon kepada DetikBali, Rabu (27/4/2022) malam.


Menanggapi soal dugaan pencemaran limbah di teluk Bima, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Madani Mukarom membenarkan telah terjadi kondisi yang diduga berupa pencemaran yang mengakibatkan kematian fauna laut di Teluk Bima.

Madani mengaku, DLHK Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Bima dan OLH Kota Bima untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

DLHK NTB sebut Madani telah melakukan pengumpulan bahan keterangan, tinjauan/verifikasi lapangan serta pengambilan dan pengujian sampel terkait apa yang terjadi di Teluk Bima.

"Kami menghimpun informasi dari para pihak apakah keadaan serupa pernah terjadi di tempat lain," kata Madani.

Hingga saat ini, DLHK NTB terus memantau perkembangan di lokasi dengan menugaskan personil secara bergantian.

Selain itu, DLHK Provinsi NTB langsung bersurat kepada PT. Pertamina Parta Niaga Regional Jatimbalinus Intergrated Terminal Bima dengan Nomor Surat:660/1197/PSPPL/DISLHK/2022 Tanggal 27 April 2022 dengan point.

"Di antaranya meminta Penjelasan Kepada PT. Pertamina Parta Niaga-Regional Jatimbalinus Intergrated Terminal Bima terkait dugaan pencemaran di lokasi sekitar TBBM Bima," kata Madani.

Selain itu, DLHK NTB juga membantu pemerintah setempat untuk melakukan pengambilan sampel air laut di lokasi yang diduga tercemar dengan parameter yang diuji adalah Total Organic Carbon (TOC), minyak dan lemak.

"Kami juga minta agar PT. Pertamina Parta Niaga-Regional Jatimbalinus Intergrated Terminal Bima membantu proses pembersihan Teluk Bima dengan sarpras yang tersedia," ujarnya.



Simak Video "NTB Jadi Daerah Pertama di ASEAN yang Gunakan EIE, Gubernur: 'I'm So Happy'"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)