Bagi pecinta durian, salah satu spot hidden gem berburu durian lokal yang wajib masuk daftar kunjungan adalah Desa Selisihan. Sebuah desa agraris berhawa sejuk di kawasan pedalaman Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali. Di sini, para pecinta raja buah itu bisa membeli langsung durian yang baru jatuh dari pohon alias durian jatuhan.
Memasuki musim panen seperti sekarang, Desa Selisihan seketika berubah menjadi surga bagi para pemburu buah berduri ini. Sepanjang jalan desa, akan tercium aroma harum durian yang menyengat dan menggugah selera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Durian yang ada di Desa Selisihan ini merupakan durian lokal Bali asli yang tumbuh subur di lahan perkebunan (tegalan) milik warga. Menariknya, pohon-pohon durian di sini rata-rata sudah berumur puluhan tahun, sehingga buah yang dihasilkan memiliki kualitas rasa yang juara.
"Ini musim panen pertama. Hasilnya lumayan bagus tahun ini. Tapi belum tahu berapa biji yang akan kami dapatkan dari ratusan pohon yang ada," kata Putu Dedi, salah seorang petani durian yang tengah panen di Desa Selisihan, diwawancarai detikBali, Minggu (13/9/2026).
"Kelebihan durian Selisihan itu dagingnya lembut, manisnya pas, dan ada sedikit rasa pahit legit di ujungnya. Benar-benar khas durian lokal Bali asli. Memang yang terkenal enak itu durian Klungkung, dalam jumlah besar terkadang saya kirim ke Jawa," imbuh Dedi.
Soal harga, cukup terjangkau meski belum memasuki puncaknya. Menurut Dedi, harga berkisar dari Rp 25 ribu hingga Rp 75 ribu per buah. Tergantung jenis dan ukurannya.
Memang terkadang tidak semua petani yang tengah panen menjual langsung duriannya di lokasi. Namun, di sepanjang jalan desa, tidak akan sulit untuk menemukan petani yang menjual duriannya per biji.
Selain berburu di pinggir jalan desa, sebagian besar hasil panen durian Selisihan ini juga didistribusikan ke pasar Desa Selat yang lokasinya bersebelahan dengan Desa Selisihan, atau dibawa langsung ke pusat grosir buah di Pasar Galiran, dan Pasar Senggol Klungkung.
Tips untuk Anda para pecinta buah durian yang mau berkunjung, waktu terbaik untuk datang adalah saat siang menjelang sore hari. Di waktu-waktu ini, para petani biasanya baru saja selesai mengumpulkan durian yang jatuh dari pohon sejak pagi atau malam harinya.
Baca juga: Ayam Asap Dewata, Obat Lapar Malam-malam |
Sayangnya, petani belum terlihat menyediakan tempat khusus untuk pembeli yang ingin menikmati langsung kenikmatan durian jatuhan sembari menikmati indahnya pemandangan asri pedesaan.
"Maunya begitu. Buat langsung tempat makan, sembari nunggu durian jatuh di kebun. Tapi belum bisa, ini saja tenaga saya terbatas," ujar Dedi sembari menaikkan buah durian ke mobil bak terbukanya.