detikBali

Mencicipi Shawarma Khas Palestina di Ubud

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mencicipi Shawarma Khas Palestina di Ubud


Aryo Mahendro - detikBali

Penampakan shawarma homade palestinian pita di Ayoo Ayoo Street Food, Ubud, Gianyar, Selasa (12/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Foto: Penampakan shawarma homade palestinian pita di Ayoo Ayoo Street Food, Ubud, Gianyar, Selasa (12/8/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

Kalau ingin mencicipi jajanan shawarma khas Palestina, mampir saja ke Ayoo Ayoo Street Food di Jalan Monkey Forest Ubud, Kabupaten Gianyar. Menu yang dinamakan Homade Palestinian Pita ini merupakan menu baru di kedai tersebut.

"Ini menu baru menggantikan kebab. Baru bulan Agustus ini. Namanya, Shawarma Palestina Pita," Gung Putra, salah seorang pegawai Ayoo Ayoo Street Food di Ubud, ditemui detikBali, Rabu (12/8/2026).

Gung Putra mengatakan jajanan itu juga populer di negara Arab lain seperti Yordania, Suriah, dan Lebanon. Namun, agak berbeda dengan kebab, yang umumnya berkiblat ke Turki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poster free Palestine di lantai 1 tembok restoran Ayoo Ayoo Street Food, Ubud, Gianyar, Selasa (12/8/2026).Poster free Palestine di lantai 1 tembok restoran Ayoo Ayoo Street Food, Ubud, Gianyar, Selasa (12/8/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)

Shawarma di Ayoo Ayoo, disajikan dengan isian berupa kembang kol, acar potongan mentimun, tomat, ayam, saus habibi atau yogurt bawang putih, dan saus tulum tekno.

Saus tulum itu terbuat dari cabai jalapeno dan mayones cabai asap alias chipotle mayo. Selain ayam, Shawarma Palestina Pita juga tersedia dengan varian isi jamur dan saus habibi pedas.

ADVERTISEMENT

"Rotinya bernama pita bread. Tampangnya memang seperti roti arab," kata Gung Putra.

detikBali mencicipi Shawarma Palestina Pita itu. Rasanya berbeda dengan kebab biasa. Potongan daging yang diletakkan di ujung gulungan roti pita, terasa di awal gigitan. Teksturnya daging ayam panggangnya padat tapi lembut.

Kemudian, ada potongan atau acar timun dan kol setelah gigitan kedua. Taburan acar timun dan kol itu mendominasi bagian tengah roti pita shawarmanya. Sedangkan ayamnya, mendominasi bagian pinggir rotinya.

Cita rasa segar dari acar atau potongan timun dan kol menyeruak menggantikan aroma daging ayam yang kental. Saking segarnya, kandungan air di timun bercampur saus habibi terlihat sedikit tercecer dan membasahi bagian bawah bungkus kertasnya.

"Bedanya, kalau kebab semua isian dibungkus dengan roti arab itu lalu dipanggang dan disajikan. Kalau shawarma, rotinya dipanggang dulu, lalu dimasukkan semua isiannya, lalu dibungkus dengan rotinya, dan dipanggang lagi," jelasnya.

Shawarma Palestina ini dijual dalam dua ukuran. Yakni, menengah atau medium dan besar atau large. Yang medium dibanderol Rp 75 ribu, sedangkan yang ukuran besar, dibanderol Rp 95 ribu.

Dapat Rating Bintang 1 Warga Israel

Baru dua minggu diluncurkan, menu Shawarma Homemade Palestinian Pita sudah mendapat ulasan buruk. Salah seorang pengguna internet yang diduga berasal dari Israel, memberi ulasan buruk dengan satu bintang dan komentar berbahasa Ibrani.

Dari aspek menu makanan, layanan, dan suasana, restoran Ayoo Ayoo diberi bintang satu. Ulasan buruk berbahasa Ibrani itu beredar di media sosial dan memicu kontroversi.

Komentar itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, berbunyi: "Jangan datang, (restoran ini) bukan untuk kita. Saya tidak tahu plasticine pita (Palestina Pita) apa yang mereka jual".

"Kami diberitahu bos ada ulasan bintang satu itu, dua hari lalu. Kata bos, kami diminta lebih baik lagi melayani tamu," kata Gung Putra.

Tangkap layar media sosial soal ulasn bintang 1 dan komentar berbahasa Ibrani di google review, Selasa (12/8/2026).Tangkap layar media sosial soal ulasn bintang 1 dan komentar berbahasa Ibrani di google review, Selasa (12/8/2026). (Foto: Tangkapan layar)

Gung Putra mengaku tidak tahu jika ada salah seorang tamunya yang berkewarganegaraan Israel. Salah seorang reka kerjanya mengaku pernah melihat ada turis merekam poster "free Palestine" yang terpajang di tembok lantai 1 area restoran dan menanyakan apakah dirinya pendukung Palestina.

"Saya jawab tidak. Saya bilang, saya hanya bekerja di sini," katanya.



(hsa/iws)









Hide Ads