Jalan Diponegoro Singaraja Bakal Disulap Jadi Sentra Kuliner Malam

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Kamis, 06 Agu 2026 12:56 WIB
Foto: Suasana Jalan Diponegoro, Singaraja Kamis (6/8/2026). (Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai merealisasikan penataan kawasan Jalan Diponegoro, Singaraja, Buleleng, pada Agustus 2026. Proyek yang semula dianggarkan sekitar Rp 5 miliar itu akhirnya dikontrak senilai sekitar Rp 4,5 miliar setelah melalui proses tender. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan atau pertengahan Desember 2026.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan proses lelang telah selesai dan penyedia jasa telah ditetapkan. Nilai proyek mengalami efisiensi dari pagu anggaran awal setelah proses penawaran.

"Anggarannya awal sekitar Rp 5 miliar, setelah proses tender dan penawaran menjadi sekitar Rp 4,5 miliar. Setelah proses lelang, penyedianya sudah ada yang memenangkan. Jadi rencananya bulan ini sudah mulai dikerjakan sekitar empat bulan. Diperkirakan pertengahan Desember sudah selesai semuanya," kata Sutjidra, Kamis (6/8/2026).

Penataan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan pedestrian. Pemkab juga akan membenahi saluran limbah yang selama ini menimbulkan kesan kumuh dan bau akibat pembuangan limbah dari Pasar Anyar.

"Saluran limbah yang sekarang terkesan kumuh dan berbau akan kita bersihkan. Limbah dari pasar akan disalurkan dengan baik sehingga tidak lagi menimbulkan bau di lingkungan sekitar," ujarnya.

Pedestrian akan dibangun hingga perempatan Jalan Sawo. Kawasan tersebut nantinya dilengkapi ornamen, lampu jalan, serta disiapkan menjadi pusat kuliner malam yang beroperasi mulai pukul 17.00 Wita hingga sekitar pukul 23.00 Wita.

Menurut Sutjidra, seluruh pedagang kuliner yang selama ini berjualan di gang-gang sekitar Jalan Sawo akan dipusatkan di Jalan Diponegoro. Selain lebih rapi, penataan ini juga bertujuan memudahkan pengawasan serta menjaga akses jalan tetap aman.

"Food truck dan pedagang kuliner akan kita tempatkan di sana. Jadi tidak ada lagi yang berjualan di jalan-jalan kecil. Kawasan akan lebih tertata, lebih aman, dan lebih nyaman," jelasnya.

Pemkab juga akan menyiapkan fasilitas penunjang berupa sambungan air bersih dan jaringan listrik untuk para pelaku usaha yang berjualan di kawasan tersebut.

Sutjidra menambahkan komunitas food truck juga akan diberikan akses untuk berjualan di kawasan tersebut. Namun, jenis kuliner yang dijual akan dikurasi agar tidak didominasi menu yang sama.

"Nanti dikurasi supaya tidak semua jualan yang sama. Ada bakso, sosis, rebusan, dan kuliner lainnya. Jadi masyarakat punya banyak pilihan," katanya.

Selain menata ruang publik, Sutjidra mengajak pemilik toko di sepanjang Jalan Diponegoro ikut mempercantik bangunannya dengan membersihkan hingga mengecat ulang bagian depan toko agar wajah kawasan semakin menarik.

"Kami minta pemilik toko juga mulai berbenah. Jangan hanya pemerintah yang menata jalannya, tetapi toko-tokonya juga ikut dipercantik supaya wajah kota menjadi lebih baik," kata Sutjidra.



Simak Video "Video: Perampok yang Tewaskan Lansia di Bali Pakai Hasil Curian untuk Judol"

(hsa/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB