detikBali

Titik Nol Singaraja Ramai, Omzet Pedagang Sate Melonjak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Titik Nol Singaraja Ramai, Omzet Pedagang Sate Melonjak


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Sumiati, pedagang sate di kawasan titik nol singaraja, ditemui Minggu (2/8/2026).
Foto: Sumiati, pedagang sate di kawasan titik nol singaraja, ditemui Minggu (2/8/2026). (Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Bagi Sumiati (54), penataan kawasan Titik Nol Singaraja yang kini bernama Praja Mandala Singa Ambara Raja bukan sekadar mempercantik wajah kota. Perubahan itu juga membawa berkah bagi usahanya sebagai pedagang sate.

Jika beberapa waktu lalu dagangannya mulai sepi sekitar pukul 21.00 Wita, kini perempuan asal Madura tersebut masih sibuk melayani pembeli hingga pukul 01.00 bahkan 02.00 Wita.

"Ada kemajuan. Dulu jam 9 malam sudah sepi, sekarang saya bisa jualan sampai jam 1 atau jam 2 malam," ujar Sumiati saat ditemui di lapaknya, Minggu (2/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan yang telah menetap di Bali selama 25 tahun itu mengaku semakin optimistis menjalankan usahanya. Ramainya masyarakat dan wisatawan yang datang ke kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja membuatnya berani menambah variasi dagangan.

ADVERTISEMENT

Selain sate, kini Sumiati juga menjual nasi jinggo serta aneka minuman dingin untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. "Tambah dagangan, tambah minuman. Orang dari titik nol ke sini beli minuman, beli sate, beli nasi jinggo. Ada perkembangan sedikit," katanya.

Menurut Sumiati, jumlah pembeli yang datang kini meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan sebelum kawasan tersebut ramai dikunjungi.

Tak hanya warga lokal, berbagai rombongan wisatawan juga kerap singgah di warung sederhananya. Mulai dari wisatawan asal Karangasem, Ubud, hingga komunitas motor besar yang tengah berkunjung ke Singaraja.

"Bisa dua kali lipat. Kadang ada rombongan dari Karangasem, dari Ubud, ada juga komunitas motor gede. Mereka mampir makan sate," ujarnya.

Perjalanan Sumiati sebagai pedagang sudah dimulai sejak masih lajang. Kala itu ia berjualan sate keliling di Surabaya. Setelah menikah dengan pria asal Bali, ia melanjutkan usahanya di Singaraja dengan berjualan dari kampung ke kampung.

Sekitar dua tahun terakhir, Sumiati memilih menetap berjualan di sekitar kawasan Titik Nol. Keputusan itu kini membuahkan hasil setelah kawasan tersebut berkembang menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi.

Meski pembeli terus bertambah, Sumiati tetap mempertahankan harga yang terjangkau. Ia menyediakan pilihan sesuai kemampuan pembeli, mulai Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, hingga Rp 20 ribu per porsi. Sementara, sate lengkap dengan lontong dijual mulai Rp 15 ribu.

Sumiati berharap penataan kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja terus berlanjut sehingga semakin banyak wisatawan dan masyarakat datang ke pusat Kota Singaraja.

"Harapannya tambah ramai. Kalau ramai, kami pedagang juga bisa maju. Yang penting bisa makan dan anak cucu tidak sampai kelaparan. Saya sudah senang sekali," tuturnya.



(hsa/hsa)









Hide Ads
LIVE