Tuak Manis Dompu, Minuman Tradisional yang Dipercaya Obati Penyakit

Faruk Nickyrawi - detikBali
Sabtu, 13 Agu 2022 18:41 WIB
Siti Aminah (52) penjual tuak manis, minuman tradisional Dompu yang dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit.
Siti Aminah (52) penjual tuak manis, minuman tradisional Dompu yang dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit. (Foto: Faruk Nickyrawi/detikBali)
Dompu -

Jika di Bali dan Lombok memiliki minuman tradisional tuak dengan kandungan alkohol, maka Dompu juga memiliki tuak manis. Bedanya, tuak manis di Dompu sama sekali tidak mengandung alkohol. Tuak beralkohol dan tuak manis non alkohol pun memiliki khasiat dan cara pengolahan berbeda.

Siti Aminah (52), seorang pedagang tuak manis di Dompu menyebut minuman tradisional tersebut memiliki khasiat mengobati berbagai penyakit. Warga Dompu secara turun temurun percaya minuman ini dapat menghilangkan bau badan karena keringat berlebih, sesak napas, pegal linu, hingga rasa ngilu akibat lelah bekerja.

"Bisa buat obat sakit, seperti usai operasi batu ginjal. Bisa juga buat diminum untuk orang yang baru melahirkan agar darah tidak bau amis setelah melahirkan," kata Siti Aminah saat ditemui detikBali, Sabtu (13/8/2022).


Aminah mengatakan, minuman ini awalnya dikenal dengan nama Oi Ta'a, karena berasal dari pohon siwalan atau pohon lontar atau tal. Di Bali tanaman itu disebut dengan ental. Seiring waktu, warga Dompu lebih senang menyebut minuman tersebut dengan nama Air Tuak Manis lantaran secara visual mirip dengan tuak Lombok.

Untuk mendapatkan air yang bisa diminum, para petani membutuhkan waktu sekitar 1 hari. Prosesnya diawali dengan memangkas pucuk muda pohon siwalan. Setelah itu, airnya ditampung menggunakan jeriken.

"Satu pohon bisa menghasilkan satu jeriken air dan dapat langsung dikonsumsi tanpa proses tambahan, tidak ada proses fermentasi," ujarnya.

Aminah mengatakan, air tuak yang dia juga bukan merupakan hasil dari kebunnya. Ia mendapatkan tuak manis dari pengepul di wilayah Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Tuak manis dijual dengan harga variatif, tergantung ukuran kemasan yang menggunakan bekas botol air mineral.

Aminah mengatakan, dalam sehari dirinya mampu menjual 40-60 botol berbagai ukuran. Ia pun mengaku telah menjadi penjual tuak manis selama 2 tahun, melanjutkan pekerjaan ibunya yang sudah renta.

"Harganya kalau botol kecil hanya Rp 10 ribu, kalau botol besar 1,5 liter itu harganya Rp 25 ribu saja. Dalam sehari bisa 60 botol terjual," sebut Aminah.

Untuk diketahui, air tuak tradisional ini hanya dijual di satu tempat, yakni di pinggir jalan lintas provinsi tepatnya di Jalan Baru Karijawa Dompu. Lokasinya bersebelahan dengan SPBU Karijawa atau pada pertigaan SMPN 4 Dompu.



Simak Video "Ratusan Nakes di Dompu Mogok Kerja Gegara Dilarang Daftar PPPK"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)