detikBali

Dua Pemuda Bakar Mesin Padi-Pagar Hutan Sangeh gegara Stres Kalah Judi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dua Pemuda Bakar Mesin Padi-Pagar Hutan Sangeh gegara Stres Kalah Judi


Agus Eka - detikBali

Dua pria berinisial PMDS dan IKWdiperiksa polisi lantaran membakar mesin perontok padi serta pagar di kawasan DTWAlas Pala Sangeh,Abiansemal, Badung, Bali, Rabu (21/10/2026). (Foto: Agus Eka/detikBali)
Dua pria berinisial PMDS dan IKW diperiksa polisi lantaran membakar mesin perontok padi serta pagar di kawasan DTW Alas Pala Sangeh, Abiansemal, Badung, Bali, Rabu (21/10/2026). (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

Dua pemuda berinisial PMDS (24) dan IKW (22) nekat membakar tiga mesin perontok padi (dores) serta pagar di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali. Aksi pembakaran itu dilakukan lantaran kedua pelaku mengaku stres setelah kalah berjudi.

"Modus mereka (dua pelaku) sengaja melakukan pembakaran pakai tumpukan jerami dan ban bekas. Motifnya pelampiasan, kekesalan atau emosi setelah kalah judi," kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba saat konferensi pers, Rabu (21/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembakaran beruntun itu terjadi di empat lokasi sejak Juni hingga September 2026. PMDS dan IKW kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Aksi keduanya sempat membuat warga geger lantaran pembakaran mesin padi itu dianggap misterius.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku PMDS ini mengaku pernah terlibat kasus perusakan tahun 2018 di Abiansemal yang diselesaikan kekeluargaan. Dia juga mengakui membakar mesin dores di tiga tempat bersama IKW," ujar Joseph.

ADVERTISEMENT

Kasus ini terungkap setelah korban I Made Karta (58) melaporkan mesin dores miliknya terbakar di Subak Blahkiuh pada 5 Juni lalu hingga rugi Rp 19 juta. Tak hanya itu, mesin dores milik Wiyatno kembali terbakar di lokasi yang sama pada 17 Juni dengan kerugian Rp 13 juta.

"Petani di lokasi yang melihat pertama, melaporkan satu mesin dores sudah terbakar di TKP. Saat kejadian kedua, pemilik mesin ditelepon buruhnya, mesin dores terbakar dan asapnya masih mengepul," tutur Joseph.

Aksi ketiga terjadi di Subak Mambal Munduk Kedampal pada 30 September. Pelaku membakar mesin milik Mulyadi hingga mengakibatkan kerugian Rp 5 juta.

Sebelum itu, pelaku juga berulah dengan menggantung ban bekas yang dibakar di pagar DTW Alas Pala Sangeh pada 28 September. Akibatnya, tumbuhan rambat di kawasan wisata itu turut terbakar. Beruntung, api tidak merembet ke area dalam hutan lindung Sangeh.

"Setiap kali kalah judi, untuk pelampiasannya biar dia tidak stres katanya, biar dia puas, ada saja yang dibakar pelaku. Di pagar Sangeh sempat mau dibakar, tapi ada asap mengepul langsung ditarik sama pelaku sehingga tidak sempat membakar area hutan," jelas Plt Kapolsek Abiansemal AKP I Komang Juniawan.

Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit mesin perontok padi dan dua motor metik. Menurut Juniawan, pelaku diketahui menginstal aplikasi judi online pada ponselnya.

"Kami cek di HP yang bersangkutan juga ada aplikasi judol. Para tersangka disangkakan Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun," tegas Juniawan.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads