8 WNA Diusir dari Bali gegara Tak Bayar Makanan hingga Jadi PSK

Tim detikBali - detikBali
Kamis, 08 Okt 2026 20:04 WIB
Rudenim Denpasar mendeportasi delapan WNA lantaran melakukan beragam pelanggaran dalam periode 30 September hingga 7 Oktober 2026. (Foto: Dok. Rudenim Denpasar)
Badung -

Sebanyak delapan warga negara asing (WNA) diusir dari Bali lantaran melakukan beragam pelanggaran. Proses deportasi terhadap delapan WNA dari lima negara itu dilakukan oleh Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar dalam periode 30 September hingga 7 Oktober 2026.

Kepala Rudenim Denpasar, Teguh Mentalyadi, mengungkapkan kedelapan WNA asal Rusia, India, Nigeria, Amerika Serikat, dan Bulgaria itu dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK). Menurutnya, beragam pelanggaran yang dilakukan orang asing tersebut mulai dari tak membayar makan di restoran, penyalahgunaan izin tinggal dengan menjadi pekerja seks komersial (PSK), tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah, hingga overstay.

"Setiap orang asing yang berada di Indonesia wajib menaati ketentuan keimigrasian serta menghormati hukum dan ketertiban masyarakat. Setelah seluruh proses dan dokumen kepulangan terpenuhi, kami melaksanakan pendeportasian sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Teguh dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).

Teguh mengatakan dua di antaranya merupakan perempuan Rusia berinisial PB (36) dan anak perempuannya, ZB (7). PB sempat viral di media sosial pada akhir Agustus 2026 setelah dilaporkan sejumlah pelaku usaha di kawasan Kuta Selatan.

PB diduga mengambil barang dan menikmati makanan dengan menjanjikan pembayaran melalui transfer. Namun, perempuan asing itu tak kunjung melunasi pembayaran tersebut.

Petugas Imigrasi Ngurah Rai lantas menelusuri laporan tersebut hingga berhasil mengamankan PB bersama anaknya di salah satu restoran kawasan Pecatu, Kuta Selatan, pada 26 Agustus lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pemegang Visa on Arrival (VoA) itu telah overstay selama 318 hari.



Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork