detikBali

Korban Kekerasan Seksual Eks Pimpinan Ponpes Lombok Bertambah Jadi 16 Orang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Korban Kekerasan Seksual Eks Pimpinan Ponpes Lombok Bertambah Jadi 16 Orang


Sui Suadnyana, Edi Suryansyah - detikBali

Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi, ditemui awak media saat mengunjungi Polresta Lombok Tengah, Senin (28/9/2026). (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Foto: Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi, ditemui awak media saat mengunjungi Polresta Lombok Tengah, Senin (28/9/2026). (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Jumlah korban kekerasan seksual dari Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah terus bertambah dan kini menjadi 16 orang. Abah AIS adalah mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafaat di Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jumlah korban ini sesuai data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram. Sebanyak 12 di antara 16 korban sudah diperiksa sebagai saksi oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah.

"Kemarin saya update hari Sabtu itu kan (korbannya) 15. Tadi malam ada satu lagi yang menghubungi kami, juga menyatakan diri bahwa dia juga menjadi korban dari di pondok itu. Sehingga, total sampai hari ini ada 16 korban yang melapor ke kami," kata Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi, kepada awak media saat mengunjungi Polresta Lombok Tengah, Senin (28/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akademisi Universitas Mataram (Unram) ini mengatakan korban baru ini muncul karena Abah AIS membantah melakukan kekerasan seksual saat konferensi pers beberapa waktu lalu. Bantahan itu kemudian memantik keberanian korban lain untuk buka suara.

ADVERTISEMENT

"Jadi ketika kemudian ada video bahwa dia itu bohong, itu fitnah, itulah yang kemudian mendorong korban-korban untuk speak up. Jadi fenomena Agus terulang di kasus ini," imbuh Joko.

LPA Mataram telah mendampi 12 korban kekerasan seksual dari Abah saat diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Mataram. Menurut Joko, dari seluruh korban, ada terduga pelaku lain, yakni orang kepercayaan Abah. "Jadi tidak hanya satu pelaku, jadi ada dua pelaku," bebernya.

Modus Bejat Pelaku

Joko juga membeberkan modus bejat Abah AIS. Menurutnya, Abah AIS mengiming-imingi korban untuk dinikahi menjadi istri kedua. Setelah itu, Abah AIS mulai berani untuk menyentuh korban.

Berdasarkan pengakuan korban yang diterima Joko, mereka kebanyakan diminta untuk oral seks hingga diminta menelan sperma. Selain itu, pelaku juga memasukkan jarinya ke kemaluan korban sehingga menyebabkan pendarahan.

"Jadi dari korban ini ada yang diminta melakukan oral sampai kemudian, mohon maaf ya, diminta untuk menelan sperma. Ada juga yang dimasukkan jari sampai kemudian mengalami pendarahan," tutur Joko.

Abah AIS melakukan tindakan bejat itu di rumahnya. Ia melakukan tak mengenal waktu dalam melakukan kekerasan kepada santriwatinya, baik siang maupun malam.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads