Sebanyak 15 warga binaan Lapas Kelas IIB Singaraja menjalani tes urine saat penggeledahan gabungan, Selasa (22/9/2026). Mereka merupakan warga binaan yang tersangkut kasus narkotika.
Tes urine dilakukan oleh BNNK Singaraja. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari kegiatan penggeledahan yang dilakukan bersama TNI, Polri, BNNK Buleleng, dan petugas Lapas Singaraja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasubag TU BNNK Singaraja Made Mely Suardani mengatakan ada 15 warga binaan yang diambil sampel urinenya. Sebanyak 12 orang merupakan laki-laki dan 3 orang perempuan.
"Total ada 15 orang yang diambil sampel 12 orang dari cowok, 3 dari cewek," kata Mely
Pemeriksaan terhadap tiga warga binaan perempuan sudah selesai. Hasilnya dinyatakan negatif.
"Yang baru diselesaikan tes urine di blok wanita, hasilnya Astungkara negatif. Sekarang masih tunggu hasil yang di blok cowok, laki-laki, sedang diproses," ujarnya.
Mely menjelaskan tes urine tersebut tidak dilakukan kepada seluruh warga binaan. Sampel hanya diambil dari warga binaan yang memiliki perkara narkotika.
Sementara itu, hasil tes urine terhadap 12 warga binaan laki-laki masih dalam proses. BNNK Singaraja belum menyampaikan hasil pemeriksaannya.
Diberitakan sebelumnya tim gabungan TNI/Polri, BNNK Buleleng dan Lapas Kelas IIB Singaraja menggeledah kamar warga binaan, Selasa (22/9/2026). Petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam lapas, seperti pisau cutter, gunting, sendok besi hingga kartu domino. Namun, dari penggeledahan tersebut petugas tidak menemukan narkoba maupun handphone (HP).