detikBali
Round Up

Teriakan Stop Daddy Sebelum WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Teriakan Stop Daddy Sebelum WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri


Tim detikBali - detikBali

TKP penemuan jasad ayah dan dua orang anak di dalam bungalow di Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Senin (14/9/2026).
Foto: TKP penemuan jasad ayah dan dua orang anak di dalam bungalow di Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Senin (14/9/2026). (Putu Yonata/detikBali)
Badung -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Tragedi pilu terjadi di Legian, Kuta, Badung, Bali, Minggu (13/9/2026). Dua bocah berinisial ADS (6) dan LKS (4) ditemukan tewas tergeletak di dalam bungalow tempat mereka tinggal bersama sang ayah, SDJ (56). Sementara, ayah dua bocah malang itu juga tewas dalam kondisi tergantung. Mereka merupakan warga negara (WN) Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diduga kuat, SDJ membunuh dua anaknya sebelum gantung diri. Terungkap, sebelum tragedi itu terjadi, istri SDJ sempat menelepon suaminya. Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengungkapkan berdasarkan keterangan istri SDJ, tangisan anak terdengar saat dia menelepon suaminya sekitar pukul 08.30 Wita, Minggu.

Tak lama setelah percakapan itu, sang suami tak lagi bisa dihubungi. Beberapa jam kemudian, SDJ dan kedua anaknya ditemukan tewas di dalam bungalow.

ADVERTISEMENT

Diketahui, istri SDJ saat itu sedang berada di Jakarta sejak empat hari sebelumnya. Sementara SDJ bersama kedua anaknya tinggal di bungalow tersebut.

"Sebelumnya pada saat menelepon suaminya dia mendengar anaknya sedang menangis dan tidak dapat dihubungi kembali," ungkap Ariasandy pada Senin (14/9/2026).

Teriakan Stop Daddy

Tak hanya tangisan, istri SDJ juga sempat mendengar suara anak perempuannya, LKS. Bocah itu terdengar meminta ayahnya untuk berhenti.

"Saat komunikasi tersebut terdengar suara anak perempuan korban yang mengatakan 'stop daddy'," imbuh Ariasandy.

Setelah komunikasi tersebut, SDJ tak lagi dapat dihubungi. Kondisi itu membuat istrinya menghubungi pemilik bungalow untuk meminta bantuan mengecek keadaan keluarganya.

Namun, pemilik bungalow sedang tidak berada di lokasi. Dia kemudian meminta Nur Khamid (51) untuk mengecek bungalow tersebut.

Nur lalu mengecek dari luar. Saat itu, dia tidak menemukan tanda-tanda aktivitas di dalam bungalow. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada pemilik bungalow.

Pemilik bungalow selanjutnya datang ke lokasi. Saat melakukan pengecekan, dia didampingi kepala lingkungan dan warga setempat.

Dua Anak Diduga Tewas Dicekik

Pada pukul 10.14 Wita, SDJ ditemukan tewas tergantung di terali besi jendela. Sementara kedua anaknya ditemukan tewas tergeletak di lantai.

Dari hasil pemeriksaan luar jasad, kedua anak korban sementara diduga dibekap dan dicekik oleh SDJ. Setelah itu, SDJ diduga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

"Diduga korban kedua anaknya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan meninggal dengan cara dibekap dan dicekik, setelah itu bapaknya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," tutur Ariasandy.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian ketiganya. "Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban perlu kiranya dilakukan otopsi jenazah," pungkasnya.

Ariasandy, menyebut dugaan tersebut berdasarkan pemeriksaan luar jasad saat ditemukan. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian ketiga korban.

Ketiga jasad kemudian dibawa ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah untuk menjalani proses otopsi. Pemeriksaan forensik diperlukan untuk memastikan penyebab kematian ketiganya.

Pantauan detikBali di TKP pada Senin siang, bungalow tersebut masih dibuka dan dihuni penghuni lainnya. Hanya bungalow tempat penemuan mayat yang dipasangi garis polisi.

Dari depan, hanya terlihat sepasang sandal dan alat kebersihan yang berada di bungalow TKP tersebut. Hingga Senin siang, tidak terlihat adanya aktivitas kepolisian di lokasi kejadian.

Sementara itu, penghuni lain di bungalow tersebut tidak berkenan memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut kepada media.

Ariasandy mengatakan polisi masih akan melakukan autopsi terhadap ketiga jasad untuk memastikan penyebab kematian. Hasil pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi bagian dari pendalaman kasus tersebut.

"Pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan forensik atau otopsi diperlukan untuk memastikan penyebab kematian," pungkasnya.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads
LIVE