Dua warga negara asing (WNA) diduga kabur dan ogah membayar biaya jasa pijat di Rio's Massage & Salon Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. Polisi kini menyelidiki aksi keduanya setelah video perselisihan mereka viral di media sosial.
"Anggota Polsek Kuta Utara langsung turun ke lokasi kejadian usai video tersebut beredar di media sosial. Saat ini kami sedang melacak identitas kendaraan yang dikendarai oleh terduga pelaku," kata PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Rabu (12/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu rupanya terjadi pada pertengahan Juli 2026. Namun, video tersebut baru tersebar di media sosial sejak Selasa (11/8). Pengelola salon sendiri tak membuat laporan resmi ke polisi dan menganggap masalah itu selesai.
Berdasarkan penyelidikan, Ayu berujar, dua orang asing itu awalnya mendatangi salon sebelum jam operasional tutup. Pria asing berkulit hitam dan wanita WNA berkulit putih itu ngotot meminta perawatan meski layanan keanggotaan (membership) telah berakhir.
"Pelaku ini sebenarnya tercatat sebagai anggota salon dan ngotot minta dilayani pada malam hari. Pemilik salon akhirnya menyetujui agar tidak terjadi keributan, dengan syarat pelaku harus tetap membayar jasa layanan," ujar Ayu.
Manajemen salon menyetujui permintaan kedua WNA itu dan memberikan layanan pijat hingga selesai. Namun, keduanya menolak membayar hingga terlibat adu mulut dengan staf salon, Daniel dan Ansel.
Bukannya menyelesaikan kewajibannya atau memberikan penjelasan baik-baik, WNA pria justru mengabaikan teguran karyawan salon. Ia bersama teman perempuannya langsung tancap gas meninggalkan lokasi.
"Usai perawatan selesai, pelaku malah menolak bayar dan diabaikan saat ditahan oleh staf. Pemilik salon sempat merekam tindakan itu dan mengancam melaporkan ke Imigrasi serta kepolisian, tapi pelaku tetap kabur," imbuh Ayu.
Aksi tak terpuji itu diunggah kembali oleh akun Instagram @balitoday__ pada Selasa (11/8) hingga memicu kekesalan warganet yang mendesak tindakan deportasi. Di sisi lain, manajemen salon kini memperbarui aturan pembayaran dan diimbau menghubungi layanan 110 jika kejadian serupa terulang.
"Upaya pencarian terhadap kedua pelaku masih terus dilakukan oleh personel di lapangan. Kami mengimbau agar pemilik usaha selalu mengingatkan aturan yang berlaku kepada setiap pelanggan," pungkasnya.
(iws/iws)