KD tak pulang tiga hari ke rumahnya di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, sebelum keluarga mendapat kabar dia tewas dimassa setelah tepergok mencuri ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Jumat (24/7). Hal itu diungkapkan oleh sepupu KD, Made Partha, di rumah duka, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, KD sehari-hari bekerja serabutan. Saat musim panen cengkih tiba, ia bekerja sebagai buruh petik cengkih. Di luar musim panen, KD mencari nafkah dengan menjadi buruh cangkul untuk menghidupi istri dan dua anak perempuannya.
"Kalau musim cengkih dia buruh petik cengkih. Kalau tidak ada musim cengkih, dia buruh nyangkul," ujar Made Partha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku tidak mengetahui alasan KD nekat diduga mencuri ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Menurut Partha, sebelum menghilang selama tiga hari, KD sempat menyerahkan uang Rp 2.713.000 kepada istrinya untuk membayar uang gedung sekolah anaknya yang bersekolah di sebuah SMA swasta.
"Nah, itu saya kurang tahu (kenapa dia diduga mencuri ayam). Soalnya waktu uang Rp 2.713.000 itu sudah ter-cover," katanya.
Tak lama setelah KD menghilang, Partha mendapat kabar dari perangkat desa bahwa ditemukan seorang mayat di kawasan Baturiti. Saat mendatangi lokasi, ia mengaku belum mengetahui penyebab kematian sepupunya.
Ia bahkan sempat menandatangani surat perdamaian di Polsek Baturiti karena mengira KD meninggal secara wajar. Namun, setelah melihat video yang beredar di media sosial dan kondisi jenazah, keluarga baru mengetahui KD diduga menjadi korban pengeroyokan massa.
"Saya kira meninggal biasa. Setelah pulang baru lihat video di media sosial, saya kaget. Istri almarhum juga tidak terima setelah melihat kondisi jenazahnya," ungkapnya.
Kini, keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Mereka berharap seluruh pelaku yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kami serahkan ke proses hukum. Harapannya semua pelaku yang sekeji itu bisa segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya," tegas Partha.
Sebelumnya, KD meninggal dunia setelah diduga menjadi korban amuk massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Korban diduga mencuri ayam aduan sebelum akhirnya dikeroyok warga. Polisi sudah menetapkan lima tersangka pengeroyokan dalam kasus ini. Namun, penyelidikan masih berjalan dan tak menutup kemungkinan ada tersangka lain.