SD (28), pelaku pembacokan terhadap pria inisial BR (30) saat hendak ke kebun jagung di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serahkan diri. Pelaku menyerahkan diri setelah terdesak kejaran polisi.
"Pelaku merasa terdesak akibat terus diburu polisi selama dua hari sehingga memilih menyerahkan diri sekitar pukul 03.00 Wita dini hari tadi," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bima, Iptu Ghufron Subeki, dikonfirmasi detikBali, Senin (27/7/2036).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghufron mengungkapkan warga Desa Sondo, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, itu menyerahkan diri setelah polisi melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga SD dan Pemerintah Desa (Pemdes) Sondo.
Mendapat informasi bahwa pelaku sudah menyerahkan diri, aparat gabungan dari Polsek Monta dan Polres Bima langsung menjemput dan mengamankannya di salah satu rumah warga di Desa Waro.
"Seusai diamankan, pelaku lalu dibawa ke Mapolres Bima untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut," terang dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tambah Ghufron, pelaku mengakui perbuatannya. "Untuk sementara motif pelaku membacok korban karena dendam lama," terang Gufron.
Diberitakan sebelumnya, pria inisial BR (30), warga Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, NTB, dibacok saat hendak ke lahan jagung. Terduga pelaku inisial SD (28) kabur dan tengah diburu polisi.
"Kejadiannya (pembacokan) kemarin sore," ucap Kapolsek Monta, AKP Sudirman, saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (26/7/2026).
Sudirman menuturkan kejadian berawal saat BR hendak ke lahan jagung menggunakan motor pada Sabtu (25/7/2026). Di tengah perjalanan, ia tiba-tiba diadang SD yang menenteng senjata tajam (sajam) jenis parang. SD adalah warga Desa Sondo, Kecamatan Monta.
"Melihat pelaku yang membawa parang, korban sempat meninggalkan sepeda motornya dan melarikan diri. Namun, pelaku berhasil mengejar hingga membacok korban berkali kali," tutur Sudirman.
Akibat pembacokan itu, korban mengalami luka serius di sejumlah tubuhnya, yakni lengan kiri, bawah siku hampir putus, jempol dan telunjuk kiri putus, perut robek hingga usus terburai.
"Warga yang melihat korban terkapar bersimbah darah langsung membawanya ke Puskesmas Monta untuk ditindak medis," terang Sudirman
(hsa/hsa)