detikBali

Dalih Iseng, Mahasiswa Bersejam Rampok Dua Minimarket di Lombok Timur

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dalih Iseng, Mahasiswa Bersejam Rampok Dua Minimarket di Lombok Timur


Sanusi Ardy W - detikBali

Terduga pelaku perampokan Indomaret dan Alfamart di Aikmel Lombok Timur, NTB, ketika diperiksa oleh pihak Kepolisian. Selasa (21/7/2026) foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Foto: Terduga pelaku perampokan Indomaret dan Alfamart di Aikmel Lombok Timur, NTB, ketika diperiksa oleh pihak Kepolisian, Selasa (21/7/2026), foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Seorang pria berinisial AI yang diduga merampok dua minimarket di Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). AI berdalih melakukan aksinya karena iseng.

"Modusnya hanya iseng-iseng saja, ingin mencobanya saja sekali seumur hidup," ujar AI ditemui di Mapolres Lombok Timur, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Seksi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, mengatakan AI melakukan perampokan di sebuah Alfamart dan Indomaret di Aikmel pada Minggu (19/7/2026) malam. Dalam aksinya, ia membawa senjata tajam untuk mengancam karyawan minimarket sebelum membawa kabur uang tunai dan sejumlah barang dagangan.

"Pelaku diduga mengancam karyawan menggunakan senjata tajam sebelum membawa kabur uang tunai puluhan juta rupiah dan sejumlah barang dagangan," terang Rusmaladi.

ADVERTISEMENT

AI berhasil ditangkap di wilayah Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Senin (20/7/2026). Adapun barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 12,8 juta turut diamankan.

"Terduga pelaku diamankan petugas tanpa perlawanan. Barang bukti berupa uang tunai juga turut diamankan," terang Rusmaladi.

AI diketahui merupakan warga Dusun Gubuk Motong, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya. Menurut Kepala Wilayah Gubuk Motong, Suhardi, AI pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) beberapa bulan lalu.

"Bulan puasa kemarin yang bersangkutan sempat dirawat di RSJ. Sempat dirawat inap juga di sana," ungkap Suhardi.

Suhardi menduga pelaku mengalami gangguan mental karena tekanan ekonomi. Selain itu, AI diketahui masih berstatus mahasiswa dan tengah menyelesaikan skripsi.

"Kalau menurut saya karena tekanan ekonomi juga. Sebenarnya terduga pelaku ini juga sedang menyusun skripsi, tapi kalau penyebab pasti saya juga kurang tahu," pungkas Suhardi.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE