Seorang pria berinisial RP (22) ditangkap polisi lantaran diduga menganiaya kekasihnya inisial HN (22). Pria asal Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu selama ini mengaku-ngaku sebagai prajurit TNI.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, mengungkapkan HN saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Lombok Timur. Menurutnya, tentara gadungan itu tega menganiaya kekasihnya lantaran cemburu.
"Pelaku sempat mengaku sebagai anggota TNI yang berdinas di Bali," ungkap Rusmaladi, Kamis (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusmaladi menuturkan dugaan penganiayaan tersebut bermula saat RP mengantar HN untuk berkemah di Pantai Kanoha Jerowaru pada Rabu (24/6) malam. Setelah itu, RP meninggalkan HN bersama teman-temanya di pantai.
"Terduga pelaku kemudian melihat unggahan media sosial milik salah satu teman korban yang menampilkan korban bersama seorang teman laki-laki. Melihat unggahan tersebut, pelaku tersulut emosinya dan menghubungi korban melalui telepon hingga sempat cekcok," terang Rusmaladi.
Lantaran cemburu seusai melihat unggahan tersebut, RP lantas menjemput paksa HN ke lokasi kemah. Tentara gadungan itu juga sempat mengancam akan membuat kerusuhan jika HN tidak mau pulang.
"Karena dipaksa, korban akhirnya memilih pulang bersama pelaku," jelas Rusmaladi.
Saat perjalanan pulang itulah RP diduga menganiaya HN hingga mengalami luka lebam. Tak hanya itu, RP juga mengancam kekasihnya tersebut menggunakan pisau.
"Pelaku memarahi korban karena tidak menerima tindakan korban sebelumnya, lalu dia menyikut korban menggunakan tangannya hingga mengakibatkan luka lebam pada lengan korban," imbuh Rusmaladi.
Tak terima atas peristiwa yang menimpanya, HN lantas melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Kini, RP telah diamankan di Polres Lombok Timur setelah ditangkap di kamar kosnya.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan RP. Termasuk satu set pakaian loreng menyerupai atribut TNI, sepatu, helm tempur, dua unit telepon genggam, satu tas ransel hitam, serta satu koper pakaian.
(iws/iws)