detikBali

Guru SD Lombok Barat Tilap Tabungan Siswa Rp 105 Juta, Kepsek Buka Suara

Terpopuler Koleksi Pilihan

Guru SD Lombok Barat Tilap Tabungan Siswa Rp 105 Juta, Kepsek Buka Suara


M Zahiruddin - detikBali

Kepala SDN 5 Babussalam, Muhazzab saat ditemui di lokasi, Rabu (24/6/2026).
Kepala SDN 5 Babussalam, Muhazzab saat ditemui di lokasi, Rabu (24/6/2026). (Foto: M Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Kepala SDN 5 Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Muhazzab, buka suara terkait dugaan penggelapan uang tabungan siswa kelas 3 senilai sekitar Rp 105 juta oleh guru berinisial LA.

Muhazzab membenarkan guru yang bersangkutan belum menyerahkan tabungan para siswa karena uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penggunaan dana tersebut.

"Memang benar guru kami ada masalah dengan tabungan yang belum diberikan kepada siswa kelas 3. Dia menggunakan secara pribadi, namun yang saya ketahui dia memang ada perkara tanah ya," ungkapnya, Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Muhazzab, ia baru mengetahui persoalan tersebut saat pembagian tabungan siswa dari kelas lain pada Jumat (19/6/2026). Ia menegaskan pihak sekolah sebelumnya telah mengingatkan agar tabungan siswa tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

ADVERTISEMENT

"Tentu saya sebagai kepsek sudah jauh-jauh mengingatkan. Apapun tetap dirapatkan dan sebagainya. Tentu ini kami ketahui setelah ada kejadian, kami kaget juga," katanya.

Muhazzab menjelaskan tabungan siswa pada umumnya dikelola dan disetorkan kepada bendahara sekolah. Namun, khusus tabungan siswa kelas 3, pengelolaannya dilakukan langsung oleh guru yang bersangkutan.

"Kalau kelas lain di bendahara. Hanya kelas 3 saja kebetulan dia yang mengelola sendiri," ujarnya.

Ia menuturkan selama ini guru tersebut memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan bendahara maupun sejumlah guru lainnya di sekolah. Kondisi itu, menurutnya, turut memicu miskomunikasi terkait pengelolaan tabungan siswa kelas 3.

"Terjadi dinamika, jadi kebetulan dia kurang hubungan baik lah dengan bendahara. Tidak hanya bendahara, guru-guru juga," ungkapnya.

Muhazzab menyebut LA merupakan salah satu guru paling senior di SDN 5 Babussalam. Guru asal Gerung itu diketahui akan memasuki masa pensiun pada 2027.

"Dia ini mungkin guru yang paling senior di sini. Pensiun tahun 2027," tuturnya.

Guru Minta Waktu Kembalikan Uang

Terkait penyelesaian persoalan tersebut, Muhazzab mengatakan guru yang bersangkutan telah meminta waktu dua minggu untuk mengembalikan seluruh uang tabungan siswa. Namun, para wali murid meminta pengembalian dilakukan paling lambat dalam waktu satu minggu.

"Kemarin sudah ada kesepakatan antara yang bersangkutan dengan wali murid bahwa ada dua minggu. Namun wali siswa meminta satu minggu," tandasnya.

Sebelumnya, guru berinisial LA di SDN 5 Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, diduga menilap uang tabungan siswa sekitar Rp 105 juta. Uang tersebut merupakan tabungan milik sekitar 30 siswa kelas 3 yang hingga kini belum dibagikan.

Salah seorang wali murid, Rodi, mengaku kecewa karena tabungan anaknya belum juga diterima. Padahal, menurutnya, tabungan siswa dari kelas lain sudah dibagikan pada Jumat (19/6).

"Kelas lain sudah dapat semua, cuman kelas 3 yang belum," kata Rodi saat ditemui di SDN 5 Babussalam, Selasa (23/6).

Rodi mengungkapkan tabungan anaknya mencapai Rp 2,5 juta. Uang itu rencananya digunakan untuk membeli beras dan memenuhi kebutuhan keluarga. Ia menuturkan tabungan tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit selama setahun dari hasil kerja serabutannya sebagai tukang pikul gabah.



(dpw/dpw)









Hide Ads