detikBali

Trump Makin Jengkel, Ancam Tinggalkan Netanyahu Sendirian

Terpopuler Koleksi Pilihan

Trump Makin Jengkel, Ancam Tinggalkan Netanyahu Sendirian


Novi Christiastuti - detikBali

Filipino activists burn a poster bearing images of U.S. President Donald Trump and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu during a protest against the U.S.-Israel conflict with Iran, amid a two-week ceasefire, near the U.S. Embassy in Manila, Philippines, April 9, 2026. REUTERS/Eloisa Lopez
Foto: Sebuah aksi demo memprotes Donald Trump dan Netanyahu. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Bali -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan meninggalkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sendirian jika Israel nekat melanjutkan perang dengan Iran. Trump gerah dengan sikap agresif Israel.

"Saya mengatakan, 'Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan sendirian segera'," kata Trump menyebut nama panggilan Netanyahu, seperti dikutip media lokal Israel dan dilansir Al Arabiya, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media terkemuka AS, Axios, seperti dilansir Reuters, juga melaporkan peringatan yang sama dari Trump kepada Netanyahu. Menurut Axios yang mengutip sumber pejabat AS, Trump memperingatkan Netanyahu bahwa dia akan berjuang sendirian jika Israel kembali berperang melawan Iran.

Peringatan Trump kepada Netanyahu ini disampaikan ketika Israel dan Iran berhenti saling serang setelah eskalasi paling serius sejak gencatan senjata pada awal April lalu. Sementara itu, perundingan tidak langsung untuk mencapai kesepakatan damai terus berlanjut.

ADVERTISEMENT

Trump, yang dilaporkan semakin jengkel dengan Netanyahu, sebelumnya menuntut Israel dan Iran berhenti "menembak" dalam sebuah unggahan media sosial Truth Social. Dia juga mengatakan bahwa "negosiasi akhir" menuju perdamaian akan berlanjut "dengan catatan ketidaktahuan dan kebodohan menghalanginya".

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat pada Minggu (7/6), dipicu pengeboman mematikan Israel terhadap Beirut, ibu kota Lebanon. Iran yang sejak lama menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan AS sebagian bergantung pada penghentian pertempuran di Lebanon, merespons dengan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel bagian utara.

Trump dilaporkan menelepon Netanyahu pada Minggu (7/6) malam dan memintanya untuk tidak membalas serangan rudal itu. Tetapi Israel tetap melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (8/6) pagi waktu setempat.

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini!




(hsa/iws)










Hide Ads