Suasana sidang kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Ni Made Vaniradya Puspa Nitra, di Pengadilan Negeri (PN) Mataram memanas. Keluarga korban bersitegang dengan kuasa hukum terdakwa Radiet Adiansyah yang tergabung dalam tim Hotman 911.
Kericuhan terjadi saat sidang dengan agenda pemeriksaan ahli selesai digelar. Ibu korban, Ning Purnamawati, mendatangi kuasa hukum Radiet, Putri Maya Rumanti, yang saat itu masih berada di meja penasihat hukum.
"Maksud saya nyamperin dia itu, saya mempertanyakan maksud dia membuat parodi itu. Saya malah digebrakin meja, dan dibilang anjing," kata Ning Purnamawati di PN Mataram, Selasa (12/5/2026).
Ketegangan di ruang sidang sempat dilerai aparat kepolisian, jaksa, dan petugas pengamanan PN Mataram. Namun, perselisihan kembali berlanjut di halaman PN Mataram.
Sejumlah aparat kepolisian, tim pengamanan, hingga Ketua PN Mataram terlihat turun tangan untuk meredam situasi.
Keluarga Keberatan Cara Korban Diparodikan
Ning mengaku keberatan atas tindakan Putri Maya Rumanti yang disebut memparodikan cara korban membela diri dalam sidang sebelumnya.
"Saya tidak keberatan karena itu kan emang profesinya dia sebagai pembela. Yang saya keberatan itu pada saat sidang tertutup kemarin, anak saya diparodikan membela diri, anak saya diketawain, dibuat lelucon, jadi bahan lucu-lucuan. Gimana saya nggak sakit hati," sebutnya.
"Sudah jadi korban, dijadikan bahan ketawaan. Apa wajar, apa manusiawi," imbuhnya.
Ia menegaskan tidak mempermasalahkan Putri Maya Rumanti menjadi kuasa hukum terdakwa Radiet. Namun, pihak keluarga merasa terluka karena korban dijadikan bahan candaan.
Simak Video "Video Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah Saat Doa Bersama di Labuan Bajo"
(dpw/dpw)