Seorang lanjut usia (lansia) inisial NIH (70) di Buleleng menjadi korban dugaan hipnotis. Uang tunai Rp 80 juta dan emas sekitar 100 gram milik NIH raib setelah berinteraksi dengan seorang perempuan tak dikenal.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Singaraja, Senin (27/4/2026). Aksi pelaku bermula di sebuah toko optik, lalu berlanjut ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) hingga akhirnya ke rumah NIH.
Rekaman closed-circuit television (CCTV) bank yang beredar memperlihatkan NIH melakukan penarikan uang di teller. Tak jauh dari lokasi, tampak seorang perempuan bermasker yang diduga sebagai pelaku mengawasi gerak-gerik NIH.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanit I Pidum Satreskrim Polres Buleleng, Iptu Ketut Yulio Saputra, mengatakan telah menerima laporan dan masih melakukan penyelidikan.
"Korban merasa tidak melakukan apa-apa sehingga dugaan sementara mengarah pada modus hipnotis," ujar Yulio, Jumat (1/5/2026).
Polisi menduga pelaku tidak beraksi sendirian. Ada indikasi keterlibatan lebih dari satu orang dalam menjalankan aksinya. Polisi masih mendalami kemungkinan tersebut.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, mulai dari korban, bank hingga pegawai toko optik yang diduga menjadi lokasi awal pertemuan NIH dengan pelaku. Hasil penyelidikan sementara, total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 380 juta, mencakup uang tunai dan perhiasan emas.
Sebelum kejadian, NIH diketahui sempat berada di toko optik. Pelaku diduga mulai mendekati dan membujuk korban di lokasi terebut hingga akhirnya bersedia mengikuti ke bank dan pulang ke rumah.
"Korban diajak ke bank dan ke rumah oleh terduga pelaku. Diduga ada bujuk rayu tertentu," jelas Yulio.
Polisi menduga lansia dipilih menjadi sasaran karena dinilai lebih rentan alias mudah dipengaruhi.
(hsa/hsa)