Kepolisian Daerah (Polda) Bali berkoordinasi dengan Interpol untuk mengejar dua tersangka pembunuhan bule Belanda inisial RP di vila kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Kedua tersangka, Darlan Bruno Lima San Ana (36) dan Kalyl Hyorran (29), diketahui telah kabur ke luar negeri.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes I Gede Adhi Mulyawarman mengungkapkan polisi telah mengajukan penerbitan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap kedua tersangka. Polda Bali juga mengajukan penerbitan red notice ke Interpol untuk memperluas pengejaran kedua tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mengajukan DPO dan juga permohonan red notice ke Interpol untuk melakukan pengejaran lebih lanjut hingga ke seluruh dunia," ujar Adhi saat konferensi pers di Mapolda Bali, Sabtu (28/3/2026).
Darlan dan Kalyl sama-sama merupakan warga negara asing (WNA) kelahiran Brasil. Polda Bali juga sudah menetapkan kedua pria asing tersebut sebagai tersangka dalam kasus penusukan yang menewaskan bule Belanda inisial RP.
Berdasarkan data keimigrasian, kedua tersangka diketahui berada di Pulau Dewata sejak pertengahan Februari 2026. Adhi mengatakan keduanya meninggalkan Indonesia beberapa saat setelah kejadian, tepatnya pada 24 Maret lalu.
"Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup, serta pasal-pasal berlapis terkait penganiayaan yang menyebabkan kematian," imbuh Adhi.
Diketahui, pria Belanda berinisial RP (49) tewas mengenaskan di sebuah vila kawasan Banjar Anyar Kelod, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali, pada Senin (23/3) malam. Peristiwa berdarah itu bermula saat korban bersama kekasihnya, PI, berjalan-jalan di sekitar vila.
Keduanya sempat berpapasan dengan dua pelaku yang berboncengan sepeda motor di depan vila. Korban juga sempat meminta kekasihnya masuk dan mengunci pintu vila karena mencurigai gelagat pelaku.
Namun, pelaku langsung menyerang korban menggunakan pisau. Korban mengalami sejumlah luka serius akibat senjata tajam. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa bule Belanda itu tak tertolong.
(iws/iws)