Penyidik Polres Badung masih mendalami kemungkinan adanya hubungan di balik aksi penusukan yang menewaskan pria warga negara (WN) Belanda, RP, di sebuah vila di kawasan Banjar Anyar Kelod, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Hingga kini, polisi belum menemukan koneksi antara korban dengan dua terduga pelaku yang menggeruduk kediamannya.
"Kami belum temukan adanya hubungan atau koneksi antara korban dan terduga pelaku. Itu masih kami dalami. Kami belum bisa menyimpulkan motifnya," kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba di Mapolres Badung, Rabu (25/3/2026).
Polisi juga belum memastikan adanya permasalahan spesifik antara korban dengan pihak lain sebelum kejadian. Penyelidikan saat ini difokuskan pada penggalian fakta dari orang-orang terdekat korban, terutama pacar korban, PI (30), yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses penyelidikan masih berlangsung. Terkait adanya dialog antara pelaku dan korban juga masih kami dalami lewat keterangan saksi dan bukti petunjuk CCTV," jelas Joseph.
Berdasarkan data Imigrasi, pria berusia 49 tahun itu diketahui sudah beberapa kali keluar-masuk Bali sejak 2022. Korban tercatat mulai menetap secara kontinu di Pulau Dewata sejak 2024 dan memiliki sejumlah lini bisnis.
"Di tahun 2024 dia di Bali sampai saat ini, sampai kejadian terakhir kemarin. Korban juga diketahui memiliki beberapa usaha atau bisnis di Bali, masih kami dalami apakah usaha properti atau yang lainnya," tuturnya.
Korban Cek Token Listrik
Peristiwa penusukan disebut terjadi secara mendadak saat korban bersama PI hendak keluar dari area vila pada Senin malam. Sebelum kejadian, korban yang tinggal di Vila Nomor 3 sempat berjalan menuju ujung gang untuk memeriksa meteran listrik.
"Saat kejadian, korban bersama temannya (pacar korban) sedang berjalan membawa dua ekor anjing sekaligus ingin mengecek token listrik di ujung jalan vila. Di sana ada lahan parkir di samping Vila Nomor 1. Setelah mengecek token dan kembali berjalan di depan Vila Nomor 1, di situlah peristiwa terjadi," urainya.
Polisi menduga pelaku telah memantau pergerakan korban. Berdasarkan hasil penelusuran awal, pelaku masuk ke area tersebut, menuju ujung jalan hingga ke arah rumah warga, lalu berbalik arah. Penyerangan diduga dilakukan saat korban berada di titik yang telah diamati.
Mantan Kapolres Karangasem itu menyebut polisi telah memeriksa kekasih korban, PI. Saksi yang merupakan WNI itu diketahui baru tinggal bersama korban di vila tersebut selama sekitar tiga hari. Berdasarkan keterangannya, tidak ada tanda-tanda ancaman atau perselisihan sebelumnya.
"Dari keterangan saksi, teman dekat korban ini, tidak ada masalah sebelumnya. Baik itu masalah di jalan atau di tempat hiburan malam, belum ada indikasi ke sana. Makanya kejadian ini sangat unpredictable atau tidak terduga," tambah Joseph.