Seorang pria babak belur diamuk massa di Desa Wora, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pria yang belum diketahui identitasnya itu dihajar warga lantaran diduga mencuri mobil.
"Kejadiannya tadi malam," kata Kapolsek Wera, Ipda Muhaimin Mulamarwan, kepada detikBali, Jumat (20/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhaimin mengungkapkan kejadiannya bermula saat pria itu mengendarai mobil Fortuner bercat putih pada Kamis (19/3) malam. Saat melintas di jalan raya Desa Wora, pria itu diadang dan diteriaki pencuri oleh warga.
"Korban sempat lolos hadangan dan kejaran warga di beberapa titik di wilayah Kecamatan Ambalawi. Namun, terhenti di Desa Wora karena melintas di jalan buntu," imbuhnya.
Melihat pria itu terjebak di dalam mobil, warga lantas ramai-ramai menghakiminya. "Diduga hendak kabur melarikan diri setelah melakukan pencurian mobil Fortuner di wilayah Kecamatan Woha, Kabupaten Bima," ungkap Muhaimin.
Tak lama kemudian, sejumlah aparat mendatangi lokasi. Polisi lantas mengevakuasi pria itu ke RSUD Bima menggunakan mobil patroli Polsek Wera.
"Tadi malam langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bima dengan kondisi luka cukup parah (babak belur) akibat dihakimi massa," imbuhnya.
Polisi masih mendalami identitas pria yang diamuk massa tersebut. Pasalnya, pria itu tidak mengantongi tanda pengenal dan identitas diri. Selain itu, ia juga kerap memberi keterangan tidak jelas saat diinterogasi polisi.
"Korban awalnya mengaku orang Jawa. Kadang mengaku orang Bima. Kadang mengaku warga daerah lain. Tapi kalau dari komunikasinya, korban ini asli orang Bima," imbuh Muhaimin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikBali, mobil Fortunuer yang dikendarai pria itu diduga milik seorang warga Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Pria itu diduga membawa kabur mobil tersebut saat terparkir di depan halaman rumah pemiliknya.
(iws/iws)










































