detikBali

Polres Ngada Setop Penyelidikan Bocah SD Bunuh Diri

Terpopuler Koleksi Pilihan

Polres Ngada Setop Penyelidikan Bocah SD Bunuh Diri


Ambrosius Ardin - detikBali

Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT.
Foto: Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. (Istimewa)
Ngada -

Polres Ngada menghentikan penyelidikan kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tewas gantung diri.

Berdasarkan hasil gelar perkara, tak ada unsur pidana yang menyebabkan kematian korban berinisial YBR (10) tersebut. YBR juga bukan korban perundungan (bullying).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kematian seseorang (YBR) bukan akibat tindak pidana, murni bunuh diri. Tidak ada bully, dan lain-lain," kata Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino, Sabtu (7/2/2026).

Andrey mengatakan jenazah YBR sudah divisum. Tak ada tanda-tanda kekerasan. "Tidak ada tanda kematian akibat kekerasan ataupun lainnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan motif YBR gantung diri hingga tewas itu tak bisa dipastikan. Penyelidik memang mendapat keterangan dari sejumlah saksi bahwa YBR berasal dari keluarga miskin, dan kondisi keluarganya yang tak utuh.

Polisi juga mendapat keterangan saksi tentang permintaan YBR untuk dibelikan buku tulis dan pulpen, tapi tak bisa dipenuhi ibunya.

"Kalau motif sesungguhnya belum dapat dipastikan karena korban sudah tidak ada," tegas Andrey.

Diketahui, YBR ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkih di kebun neneknya, Kamis (29/1/2026) lantaran orang tuanya tak mampu membelikan buku tulis dan pulpen. YBR diasuh neneknya sejak berusia satu tahun tujuh bulan karena kondisi ekonomi keluarga yang susah.




(hsa/hsa)










Hide Ads