Arab Saudi dan UEA Kembali Memanas

Yulida Medistiara - detikBali
Minggu, 25 Jan 2026 18:22 WIB
Ilustrasi bendera Arab Saudi. (Foto: Ilustrasi)
Denpasar -

Gesekan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali menegang seiring meningkatnya kampanye media Arab Saudi terhadap UEA. Situasi ini disebut sebagai perselisihan terburuk di kawasan Teluk dalam beberapa tahun terakhir dan memicu kekhawatiran akan dampak buruk di jantung keuangan Timur Tengah.

Dilansir dari detikNews, Minggu (25/1/2026), tuduhan keras terkait pelanggaran hak asasi manusia hingga pengkhianatan telah beredar selama berminggu-minggu di media pemerintah dan media sosial. Ketegangan ini muncul setelah konflik singkat di Yaman, ketika serangan udara Arab Saudi meredam serangan separatis yang didukung UEA.

"Uni Emirat Arab 'berinvestasi dalam kekacauan dan mendukung separatis' dari Libya hingga Yaman dan Tanduk Afrika," demikian tuduhan televisi Al-Ekhbariya Arab Saudi dalam sebuah laporan.

Kecaman semacam ini jarang terdengar di kawasan Teluk sejak Arab Saudi dan UEA memimpin blokade diplomatik serta perdagangan terhadap Qatar selama lebih dari tiga tahun. Blokade itu dipicu perbedaan politik yang dimulai pada 2017.

Analis keamanan Teluk, Anna Jacobs, menilai dalam kondisi normal monarki-monarki di kawasan Teluk berupaya keras memproyeksikan citra perdamaian dan stabilitas. Namun kini, menurutnya, titik-titik gesekan yang telah lama ada justru terungkap secara terbuka dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Saling menyerang di media sosial mengingatkan banyak dari kita pada keretakan Teluk terakhir. Sekarang Riyadh menyoroti masalahnya dengan kebijakan regional Abu Dhabi, dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda," ujarnya.

Sementara itu, hingga kini Abu Dhabi sebagian besar memilih tetap diam. Profesor ilmu politik Emirat, Abdulkhaleq Abdulla, mengatakan UEA "tidak terbiasa memprovokasi saudara kita,".



Simak Video "Video: Prabowo Tolak Bantuan Asing, Pemkot Medan Kembalikan Beras dari UEA"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork