Dua wisatawan asal Kota Bima dirampok orang tak dikenal (OTK) saat berkunjung ke Pantai Rontu, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam aksinya, para pelaku menggunakan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam).
"Dua korban perampokan semuanya perempuan," kata keluarga korban perampokan, Mahrun (40) kepada detikBali, Senin, (12/1/2026).
Menurut Mahrun, kedua koleganya itu menjadi korban perampokan saat berwisata di Pantai Rontu pada Minggu, (11/1). Saat hendak pulang dari pantai tersebut, keduanya diadang oleh dua OTK yang membawa senpi dan parang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku perampokan mengambil tiga unit HP, uang tunai, dan hendak merampas sepeda motor korban," ungkap warga Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima itu.
Beruntung, aksi kejahatan tersebut diketahui warga yang melintas di sekitar lokasi. Sepeda motor korban pun tidak dibawa kabur oleh para pelaku. Kedua korban kemudian meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dalam kondisi selamat, sementara para pelaku langsung melarikan diri.
"Kejadian ini sudah dilaporkan resmi ke Polsek Monta. Dua korban saat ini alami trauma," jelas dia.
Kapolsek Monta Iptu Sudarto membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula saat korban dalam perjalanan pulang dari Pantai Rontu. Di tengah jalan, tepatnya di ruas antara Desa Tanggabaru dan Desa Sondo, Kecamatan Monta, keduanya diadang oleh OTK.
"Kejadiannya kemarin siang, sepulang korban dari Pantai Rontu. Terduga pelaku masih didalami, masih diselidiki," ujarnya.
Sudarto mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat bepergian, terutama saat menuju dan pulang dari lokasi wisata. Ia juga meminta warga menghindari jalur yang sepi.
"Tetap dan selalu waspada. Situasi musim hujan seperti saat ini karena akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum pelaku kejahatan," tandasnya.
(dpw/dpw)










































