Cuplikan video seks perempuan berkebaya merah viral di berbagai sosial media seperti Instagram hingga Twitter. Berdasarkan pantauan detikBali, pencarian soal 'kebaya merah' menjadi trending topik nomor satu di Twitter.
Hingga saat ini ada lebih dari 3,4 ribu lebih tweets soal kebaya merah. Netizen pun ramai-ramai ikut berkomentar di Instagram.
Kepolisian Daerah (Polda) Bali masih melakukan penyelidikan awal terkait viralnya video seks yang melibatkan perempuan mengenakan kebaya merah. Karena penyelidikan awal, polisi belum mengetahui apakah video tersebut dibuat untuk konten atau tidak.
"Iyaa (ini masih dalam penyelidikan) awal, belum ada informasi (pembuatan konten) itu," kata Kasubdit V Tindak Pidana (Tipid) Siber Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko saat dihubungi detikBali, Kamis (3/11/2022).
Nanang menegaskan, bahwa pihaknya di jajaran Subdit V Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Bali belum bisa memastikan video tersebut memang dipakai untuk konten atau tidak. Sebab penyelidikan yang dilakukan belum menemukan hasil.
"Kita belum bisa memastikan hal (adanya dugaan membuat konten) tersebut. Karena kita belum menemukan hasil terhadap penyelidikan video itu. Jadi belum tahu (apakah ada dugaan pembuat konten atau tidak) karena masih proses penyelidikan," ungkap Nanang.
Direpost 400 Kali
Polda Bali mengungkap video seks kebaya merah itu sudah direspost hingga 400 kali melalui pesan WhatsApp.
Kepala Sub Direktorat (Subdit) V Tindak Pidana (Tipid) Siber Polda Bali AKBP Nanang Prihasmoko mengungkap hal tersebut yang membuat pihaknya kesulitan melakukan penyelidikan penyebar pertama kali.
"Sudah agak susah itu untuk mencari penyebar pertama karena sudah banyak diteruskan. Sudah tangan ke 300 atau 400 orang. Itu yang agak susah," tuturnya.
Nanang menyebut hingga saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait video seks viral tersebut. Namun polisi hingga kini belum menemukan lokasi pembuatan video tersebut.
Video seks diperankan sejoli bertopeng klik halaman selanjutnya
Simak Video "Video: Polda Bali Luncurkan Platform Digital Cakrawasi untuk Awasi Orang Asing"
(nor/mud)