Gerebek Arena Judi Tajen di Sukasada, Polisi Amankan Satu Bebotoh

Gerebek Arena Judi Tajen di Sukasada, Polisi Amankan Satu Bebotoh

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Minggu, 02 Okt 2022 21:28 WIB
Suasana saat polisi melakukan penggerebekan dan penangkapan bebotoh judi tajen di Sukasada Buleleng
Suasana saat polisi melakukan penggerebekan dan penangkapan bebotoh judi tajen di Sukasada Buleleng. (Foto: IST)
Buleleng -

Seorang bebotoh sekaligus penyelenggara judi tajen (sabung ayam) berinisial PS alias K asal Lingkungan Bakung, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng ditangkap polisi, Jumat (30/9/2022).

Pria berusia 46 tahun itu diamankan karena diduga menyelenggarakan judi tajen di wilayah Lingkungan Bakung.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya AKP I Gede Sumarjaya mengatakan, kronologi penangkapan PS berawal dari adanya laporan masyarakat.


Sesuai laporan, polisi mendapatkan informasi adanya gelaran judi tajen di wilayah lingkungan Bakung.

Mendengar informasi tersebut, polisi langsung bergerak dan melakukan penyelidikan, guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Setelah mendapat informasi itu Unit Reskrim Polres Buleleng langsung melakukan penyelidikan," kata Kasi Humas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya kepada detikBali, Senin (3/10/2022).

Berdasarkan hasil penyelidikan. Polisi akhirnya mendatangi lokasi dan menggerebek arena tajen , pada Jumat (30/9/2022).

"Pelaku (PS) kami amankan di lokasi saat mengadakan judi tajen,"ungkap Sumarjaya.

Selain mengamankan PS, saat penggerebekan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu ekor ayam aduan, satu buah tas tempat ayam aduan, dan satu gulung paranet yang digunakan sebagai atap untuk berteduh saat bermain judi tajen.

"Dugaan sementara peran pelaku yakni sebagai penyelenggara judi,"jelas Sumarjaya

Kini, atas perbuatannya, selain menetapkan PS sebagai tersangka, PS juga dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta.

"Hari ini, yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka," pungkas Sumarjaya.



Simak Video "Rawan Bencana, Masyarakat di Buleleng Diedukasi Tanggap Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/nor)