Imigrasi Singaraja Deportasi-Blacklist Bule Bulgaria Kasus Skimming

Imigrasi Singaraja Deportasi-Blacklist Bule Bulgaria Kasus Skimming

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Selasa, 27 Sep 2022 12:01 WIB
WNA asal Bulgaria berinisial IDSR ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Minggu (25/9/2022) sekitar pukul 00.05 Wita.
WNA asal Bulgaria berinisial IDSR ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Minggu (25/9/2022) sekitar pukul 00.05 Wita. Foto: Imigrasi Singaraja
Denpasar -

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bulgaria dideportasi oleh pihak Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, usai menjalani hukuman pidana terkait kasus skimming yang dilakukannya. Selain dideportasi, WNA asal Bulgaria itu juga dipastikan di-blacklist dari Indonesia.

WNA berinisial IDSR itu dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Minggu (25/9/2022) sekitar pukul 00.05 Wita menggunakan penerbangan Emirates Nomor EK399 (Denpasar-Dubai) dengan tujuan akhir sofia, Bulgaria.

Kepala Imigrasi Kelas II TPI Singaraja Nanang Mustofa mengatakan, IDSR merupakan eks narapidana yang telah melanggar pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP dan Pasal 46 ayat (1) Jo Pasal 30 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Di mana sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 493/PID.B/2021/PN DPS, IDSR dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 9 bulan di Lapas Kelas II Karangasem akibat melakukan tindak pidana skimming dan pembobolan Bank.

"Setelah menjalani hukuman, yang bersangkutan kami terima pada Jumat (23/9/2022) lalu ditempatkan di ruang detensi imigrasi singaraja, untuk memenuhi kelengkapan administrasi, dan sudah dipulangkan hari minggu kemarin," kata Kepala Imigrasi Kelas II TPI Singaraja Nanang Mustofa kepada detikBali, Selasa (27/9/2022).

Nanang menyebut IDSR dikenakan tindakan administrasi keimigrasian (TAK) berupa deportasi dan penangkalan berdasarkan pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Karena telah melakukan tindakan berbahaya dan patut diduga membahayakan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak mentaati peraturan perundang-undangan.

"Kita lakukan deportasi karena telah melakukan tindakan yang berbahaya, dan patut diduga membahayakan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak mentaati peraturan perundang-undangan," pungkasnya.



Simak Video "Raup Rp 1,5 M dari Skimming ATM, Seorang WNA Latvia Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/hsa)