Pelaku Ngaku Peras-Ancam Sebar Video Masturbasi Tetangga karena Dendam

Kasus Pemerasan-Pengancaman di Buleleng

Pelaku Ngaku Peras-Ancam Sebar Video Masturbasi Tetangga karena Dendam

Tim detikBali - detikBali
Selasa, 30 Agu 2022 13:03 WIB
Kasi Humas Polres Buleleng saat menunjukkan barang bukti dan tersangka IKAS di Mapolres Buleleng, Selasa (30/8/2022)
Kasi Humas Polres Buleleng saat menunjukkan barang bukti dan tersangka IKAS di Mapolres Buleleng, Selasa (30/8/2022) (Foto: Made Wijaya Kusuma)
Buleleng -

Usai ditangkap dan ditahan, ada pengakuan menarik dari IKAS (20) tersangka kasus pemerasan, pengancaman dan UU ITE di Buleleng.

Di depan polisi dan wartawan, pria asal Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali ini berdalih nekat melakukan pemerasan dan pengancaman kepada korban IMS (55) karena memiliki dendam pribadi. Kok bisa?

Menurut pengakuan IKAS, sebelum melakukan pemerasan dan pengancaman, antara dirinya dan korban sama-sama kenal. Bahkan bukan hanya kenal karena bertetangga dan tinggal satu desa, melainkan tersangka dan korban juga sempat bekerja bersama.


IKAS merupakan mantan karyawan IMS. Sayangnya, saat bekerja di tempat IMS, IKAS mengaku jika upah atau penghasilannya selama bekerja dengan korban tidak dibayar.

Selanjutnya, mengaku kecewa dan sakit hati karena haknya tak diberikan, IKAS pun kemudian membuat siasat dengan 'menjebak' korban.

"Saya ingin membalas dendam, biar bisa mempermalukan dia (korban),"aku IKAS di Mapolres Buleleng, Selasa (30/8/2022).

Singkat cerita, dengan menggunakan identitas palsu pada aplikasi whatsapp (Wa), tersangka kemudian berpura-pura mengaku sebagai perempuan bernama Bella Putri.

Tersangka merayu korban untuk melakukan VCS (Video Call Sex). Kemudian untuk mengelabui korban, tersangka menggunakan sebuah rekaman video porno yang ada di laptop miliknya.

Tidak hanya itu, tersangka juga merekam aktivitas masturbasi korban tanpa sepengetahuan korban menggunakan fitur rekam layar pada handphone.

"Peristiwa itu terjadi pada tahun 2021, jadi tanpa sepengetahuan korban tersangka merekam kejadian itu, tersangka memakai identitas palsu sebagai seorang perempuan," terang Kanit II Reskrim Polres Buleleng Ipda Ketut Darbawa, S.H.

Selanjutnya, sekitar Juni tahun 2022, tersangka kembali menghubungi korban menggunakan identitas palsu. Ia mengancam akan menyebarkan video VCS korban kepada pihak keluarga dan masyarakat melalui media sosial.

Selain itu ia juga memeras korban dengan meminta uang sejumlah Rp. 1.500.000 jika tidak ingin video tersebut disebarkan.

Tidak terima dengan ancaman tersebut, korban lantas melaporkan kejadian itu ke polisi.

Berdasarkan laporan, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap IKAS.

Kini atas perbuatanya, Tersangka IKAS dijerat Pasal 45 ayat (4) Undang Undang (UU) No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 miliar



Simak Video "Minta Uang Lapak Rp 1 Juta, Pemeras di Pasar Petisah Medan Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)