Korupsi Pengadaan Masker

Didakwa Perkaya Diri, Dua Direktur Rekanan Dinsos Karangasem Pasrah

Chairul Amri Simabur - detikBali
Selasa, 16 Agu 2022 20:41 WIB
Dua terdakwa korupsi pengadaan masker dari pihak rekanan, Ni Nyoman Yesi Anggani dan I Kadek Sugiantara saat menjalani sidang pertama secara daring dari Lapas Karangasem, Selasa (16/8/2022).
Dua terdakwa korupsi pengadaan masker dari pihak rekanan, Ni Nyoman Yesi Anggani dan I Kadek Sugiantara saat menjalani sidang pertama secara daring dari Lapas Karangasem, Selasa (16/8/2022). (Foto: IST)
Denpasar -

Dua terdakwa kasus korupsi pengadaan masker di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karangasem dari pihak rekanan, Ni Nyoman Yesi Anggani (42) dan I Kadek Sugiantara (37), mulai menjalani sidang pertama, Selasa (18/6/2022).

Saat sidang secara daring (dalam jaringan), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Karangasem, Matheos Matulessy, mendakwa Yesi Anggani dan Sugiantara dengan dakwaan yang sama meski berkas mereka terpisah.



Sesuai surat dakwaannya, JPU menerapkan dakwaan subsideritas dengan dakwaan primer, kedua terdakwa melakukan upaya memperkaya diri sendiri atau orang lain. "Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain," sebut jaksa Matheos Matulessy.

Atas perbuatan tersebut, Yesi Anggani yang merupakan Direktur Duta Panda Konveksi dan Sugiantara selaku Direktur Addicted Invaders didakwa melanggar ketentuan pidana Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 dalam Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berikut perubahannya yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sedangkan dalam dakwaan subsider, keduanya didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana ketentuan Pasal 3 juncto Pasal 18 dalam undang-undang yang sama berikut undang-undang perubahannya junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terhadap dakwaan itu, kedua terdakwa pasrah dan tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan.

Sidang terhadap Yesi Anggani dan Sugiantara merupakan kelanjutan dari rangkaian persidangan dalam perkara yang sama terhadap beberapa terdakwa lainnya yang telah divonis majelis hakim.

Para terdakwa yang telah divonis tersebut antara lain Kepala Dinas Sosial Karangasem I Gede Basma yang diganjar dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan atau satu setengah tahun dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Berikutnya I Gede Sumartana selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam pengadaan masker diganjar pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Sedangkan lima terdakwa lainnya masing-masing I Wayan Budiarta, I Nyoman Rumia, I Ketut Sutama Adikusuma, I Gede Putra Yasa, dan Ni Ketut Suartini divonis bebas.

Dalam dakwaaan disebutkan, dua terdakwa dalam kapasitasnya sebagai direktur pada perusahaan masing-masing menjadi rekanan dalam pengadaan masker yang dilakukan oleh Dinas Sosial Karangasem pada 2020 lalu.

Perusahaan yang dipimpin Yesi Anggani mengerjakan masker sebanyak tiga ribu lembar. Sementara perusahaan yang dipimpin Sugiantara mengerjakan masker sebanyak 212 lembar lebih.

Dalam dakwaan, JPU menyebutkan pengadaan masker berbahan skuba itu bertentangan dengan ketentuan Surat Edaran Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Nomor 3 Tahun 2020 tentang penjelasan dan pelaksanaan pengadaan barang atau jasa dalam penanganan COVID-19 sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,6 miliar lebih.




Simak Video "Eksepsi Surya Darmadi, Sebut Kasusnya Tak Masuk Ranah Tipikor"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)