Kasus Pornografi-UU ITE

Polisi Duga Pasutri Video Porno di Bali Idap Hiperseks-Fantasi Abnormal

Tim detikBali - detikBali
Senin, 15 Agu 2022 17:12 WIB
Salah satu konten adegan panas di salah satu vila di Ubud yang diperankan oleh pasutri asal Karangasem namun tinggal di Gianyar tersangka UU ITE dan Pornografi
Salah satu konten adegan panas di salah satu vila di Ubud yang diperankan oleh pasutri asal Karangasem namun tinggal di Gianyar tersangka UU ITE dan Pornografi. (Foto: IST)
Denpasar -

Temuan baru diungkap polisi terkait heboh pasangan suami istri pemeran, pembuat, dan penjual video berkonten pornografi berinisial GGG (33) dan istrinya Ni Kadek DKS (30).

Pasutri asal Karangasem namun tinggal di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali itu diduga tak hanya hiperseks. Lebih dari itu, polisi menduga pasangan muda yang sudah dikaruniai anak itu juga punya fantasi menyimpang alias abnormal.

Munculnya dugaan itu selain berdasar dari temuan barang bukti video di sejumlah link di akun media social berbayar (telegram) milik kedua tersangka, juga dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka GGG maupun I Kadek DKS.


"Dugaan sementara ada ke sana (hiper seks dan fantasi menyimpang),"ungkap Plt Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya S.I.K, S.H.,M.H kepada detikBali.

Munculnya variasi konten layaknya bintang porno professional menurut AKBP Ambariyadi juga cukup menjadi sorotan. "Kita ini kan hidup dengan budaya Bali yang kental norma ketimuran adat dan istiadat. Tentu fenomena ini cukup mengejutkan,"imbuh AKBP Ambariyadi.

Apalagi, lanjut mantan Kapolres Probolinggo Kota, pemeran, pembuatan hingga penjualan konten dilakukan pasangan dengan surat nikah yang sah. "Ini pasutri sah da nada suratnya lho. Bukan pasangan bohong-bohongan.Mereka juga sudah dikaruniai anak juga,"tambah mantan Wakapolres Gianyar ini.

Untuk itu, dengan terungkapnya kasus ini, pihaknya dalam waktu dekat akan meminta psikolog untuk melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka.

"Mungkin dalam waktu dekat. Apakah memang mengarah ke sana (fantasi seksual menyimpang dan hiper seks) nanti biarkan ahli yang menjelaskan,"terang perwira yang juga pernah menjabat sebagai kasat reskrim di Polresta Denpasar ini.


Seperti diketahui, kasus video seks pasutri ini terkuak berdasarkan patroli siber yang dilakukan oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali. Tim awalnya menemukan akun Twitter dengan 106 following dan 68.900 followers.

Akun Twitter tersebut mengunggah beberapa video adegan berhubungan badan dan menyebutkan "open group exclusive Telegram".

Dari temuan itu, polisi kemudian menangkap keduanya lantaran menemukan adanya praktik atau transaksi jual-beli video seks semacam threesome hingga gangbang melalui grup Telegram berbayar.

Pasutri itu membuat dan memposting video pornografi di akun Twitter dan membuat grup Telegram berbayar. Dari akun Twitter, mereka mengajak pelanggan untuk bergabung di grup Telegram.



Simak Video "Geger Sejoli Berpakaian Adat Bali Mesum di Mobil Usai Melukat"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)