Heboh Video Seks Pasutri Bali, Polisi Bidik Dugaan Praktik Prostitusi

Tim detikBali - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 10:11 WIB
Salah satu adegan yang dilakukan pasutri asal Gianyar terkait heboh video seks yang mereka jual belikan di grup berbayar
Salah satu adegan yang dilakukan pasutri asal Gianyar terkait heboh video seks yang mereka jual belikan di grup berbayar. (Foto: IST)
Denpasar -

Usai ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE), kini pihak kepolisian tengah membidik adanya dugaan praktik prostitusi online terhadap pasutri asal Gianyar, Bali berinisial GGG (33) dan istrinya Ni Kadek DKS (30).

Bidikan polisi terkait adanya dugaan praktik prostitusi yang dilakukan pasutri muda asal Kabupaten Gianyar, itu menyusul adanya pengembangan hasil penyidikan.

Plt. Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya dikonfirmasi Jumat (12/8/2022) membenarkan.


Mantan Kapolres Problolinggo Kota ini menjelaskan, jika dari pendalaman dan pengembangan terbaru, ternyata terungkap jika kedua tersangka tak hanya membuat dan memperdagangkan video berkonten pornografi.

Melainkan, imbuh AKBP Ambariyadi, ada sejumlah fakta lain dari temuan penyidik terkait kasus yang jadi perhatian publik.

"Jadi kami masih sedang dalam pendalaman dan pengembangan. Poinnya, kami (kepolisian) tidak hanya berhenti pada sangkaan tindak pidana pornografi dan UU ITE,"ujar AKBP Ambariyadi

Lebih lanjut, perwira yang juga pernah menjabat wakil kepala Polres Gianyar ini menambahkan, selain membuat konten video sendiri dengan dalih kepuasan pribadi, dari pengakuan tersangka, ternyata pasutri muda ini juga melakukan adegan seks dengan pihak lain.

"Artinya bukan hanya mereka berdua. Tetapi ada pihak lain seperti warga negara asing (WNA) atau bule, dan ini yang masih dikembangkan oleh penyidik,"imbuh mantan kasat Reskrim Polresta Denpasar ini

Seperti diketahui kasus jual-beli video seks ini terkuak berdasarkan patroli siber yang dilakukan oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali. Tim awalnya menemukan akun Twitter dengan 106 following dan 68.900 followers.

Akun Twitter tersebut mengunggah beberapa video adegan berhubungan badan dan menyebutkan "open group exclusive Telegram".

Dari temuan itu, polisi kemudian menangkap keduanya lantaran menemukan adanya praktik atau transaksi jual-beli video seks semacam threesome hingga gangbang melalui grup Telegram berbayar.

Pasutri itu membuat dan memposting video pornografi di akun Twitter dan membuat grup Telegram berbayar. Dari akun Twitter, mereka mengajak pelanggan untuk bergabung di grup Telegram.



Simak Video "Jefri Nichol Ralat soal Anak Sambo Ribut, Netizen Ingatkan UU ITE"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)