Pullman Bali Legian Beach kembali menggelar pameran seni tahunan bertajuk PULLMAN XCHANGE: SYMPHONY OF ELEMENTS pada Jumat (23/10/2026). Pameran ini mempertemukan berbagai bentuk seni, mulai dari lukisan, patung, mode, tari, hingga musik dalam satu ruang kreativitas. Total ada 15 seniman yang terlibat
Berkolaborasi dengan Komunitas Seni Mangurupa, pameran ini mengangkat keberagaman ekspresi seni melalui perpaduan warna, bentuk, material, dan perspektif dari para seniman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General Manager Pullman Bali Legian Beach, Ravi Khubchandani, menjelaskan pameran tahun ini menghadirkan lebih banyak bentuk kesenian dibandingkan sebelumnya.
"Tahun ini, kami telah meningkatkan acara ini dengan berbagai bentuk seni. Kami memiliki lukisan yang luar biasa, patung-patung, dan kami semakin memperkuatnya dengan seni yang dapat dikenakan (wearable arts), dan juga beberapa penampilan yang luar biasa," ujar Ravi, Jumat (23/10/2026).
Menurut Ravi, sebagian besar seniman yang terlibat berasal dari Bali. Sementara itu, sejumlah seniman lainnya merupakan seniman dari luar daerah yang telah lama menetap di Pulau Dewata.
"Jadi, sebagian besar seniman berasal dari Bali, dan mereka yang bukan dari Bali telah tinggal di Bali untuk waktu yang sangat lama," katanya.
Menariknya, karya seni yang ditampilkan tidak hanya dapat dinikmati pada malam pembukaan. Ravi menyebut karya-karya tersebut akan menghiasi berbagai sudut hotel selama sekitar enam bulan ke depan.
Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Seni Mangurupa, Dewa Putu Ardana, mengatakan terdapat 15 seniman yang terlibat dalam pameran ini. Baginya, pameran ini tidak sekadar menjadi ruang untuk menampilkan karya seni secara fisik, tetapi juga menjadi wadah bagi seniman untuk menyampaikan makna di balik karya mereka.
"Ya, temanya beragam, bentuknya yang juga beragam, teksturnya mungkin beragam. Nah, ini akan memberikan suatu ciri karakter daripada seniman-seniman seni rupa yang ada di daerah Badung," imbuhnya.
Pembukaan pameran seni tahunan bertajuk PULLMAN XCHANGE: SYMPHONY OF ELEMENTS di Pullman Bali Legian Beach, Kuta, Badung, Jumat (23/10/2026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali) |
Ia menjelaskan setiap seniman memiliki karakter dan cara pandang berbeda dalam menerjemahkan tema Symphony of Elements. Keberagaman tersebut terlihat dari bentuk, tekstur, hingga corak karya yang dipamerkan.
Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan mengangkat berbagai aspek kehidupan, mulai dari alam, budaya, tradisi, hingga kehidupan masyarakat.
"Sekarang kami menampilkan karya-karya yang penuh irama. Jadi, masing-masing seniman mempunyai tafsir yang berbeda-beda tentang alam, tentang budaya, tentang tradisi, tentang kehidupan masyarakat, itu semua ditampilkan secara berbeda-beda sesuai dengan irama simfoni daripada pameran kali ini," jelasnya.
Ardana mencontohkan sejumlah seniman yang menghadirkan karya dengan karakter berbeda. Di antaranya Gusti Budha yang menekuni seni abstrak dan Ketut Putra Yase yang menampilkan karya patung. Sementara itu, Ardana sendiri menghadirkan karya bercorak dekoratif modern.
Ia berharap kolaborasi antara komunitas seniman dan pihak hotel dapat terus berlangsung sebagai salah satu upaya menjaga keberlangsungan seni dan budaya Bali.
"Kedepannya biar ini bisa berjalan berkesinambungan untuk melestarikan seni budaya kita yang ada di Bali, ya. Dan kita di kalangan seniman juga akan tetap eksis bagaimana caranya seni kita itu walaupun dalam kondisi apapun tetap hidup dan kita di Badung siap mendukung itu dengan komunitas seni Mangurupa," harapnya.
