Tenun Seroja Bertahan dengan 6 Perajin Lansia

Fabiola Dianira - detikBali
Selasa, 25 Agu 2026 07:00 WIB
Foto: Penenun lansia di Pertenunan Seroja, Denpasar sedang menyelesaikan kain tradisional endek, Kamis (30/7/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Denpasar -

Pertenunan Seroja, sebuah usaha pertenunan kain endek di Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, kini menghadapi ancaman kepunahan. Mandeknya regenerasi penenun membuat perajin yang bertahan kini dipenuhi kalangan lanjut usia.

Pertenunan Seroja yang dijalankan Made Rai Sudani merasakan dampak tersebut. Usaha yang telah berdiri sejak 1960-an itu pernah berjaya dan mempekerjakan hingga sekitar 50 perajin. Kini, jumlah pekerjanya menurun drastis, hanya tersisa enam orang.

Tiga penenun masih bekerja di lokasi usaha, dua lainnya mengerjakan dari rumah, sementara satu perajin senior bertanggung jawab membuat pola dan motif atau nganyin.

"Yang nenun tiga, ada juga yang kerja di rumahnya lagi dua, yang tukang nganyinnya satu. Berarti enam orang punya tukang," ujarnya saat ditemui Kamis, (30/7/2026).

Penenun lansia di Pertenunan Seroja, Denpasar sedang menyelesaikan kain tradisional endek, Kamis (30/7/2026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali)

Seluruh perajin yang tersisa rata-rata berusia di atas 60 hingga 70 tahun. Ironisnya, tidak ada generasi muda maupun anak-anak dari para perajin yang bersedia meneruskan profesi ini.

"Nggak ada orang mau belajar nenun," tuturnya.

Bahkan untuk pembuatan pola dan pengikatan motif (mempen), usaha ini hanya mengandalkan seorang perajin yang sudah lansia. Keadaan tersebut memicu kekhawatiran Rai akan kelangsungan usaha jika sang perajin sudah tidak sanggup bekerja lagi.



Simak Video "Video K-Talk: Transformasi Bocah Baby Shark yang Debut Jadi Idol K-Pop"


(hsa/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork