Ribuan umat katolik mengikuti prosesi laut Bunda Maria Assumpta Nusantara di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (14/8/2026). Prosesi laut ini adalah rangkaian Festival Golo Koe yang yang berlangsung pada 10-15 Agustus 2026.
Prosesi laut ini dimulai pukul 16.30 Wita dengan titik start Dermaga Biru, Kampung Ujung, Labuan Bajo. Prosesi sakral itu melintasi perairan Pulau Bajo, Pulau Monyet, Pantai Pede, dan berakhir di Waterfront City Labuan Bajo pada pukul 18.00 Wita. Ribuan umat juga sudah menunggu di Waterfront City.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prosesi laut berlangsung meriah dengan melibatkan empat pinisi, sejumlah kapal open deck, dan puluhan ketinting milik nelayan lokal. Pemilik ketinting itu umumnya milik umat muslim di wilayah pesisir Labuan Bajo.
Sebuah pinisi yang berada di urutan terdepan prosesi ini dihiasi bendera Vatikan. Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara setinggi 195 sentimeter (cm) diletakkan di deck atas pinisi tersebut. Uskup Labuan Bajo, Monsinyur (Mgr) Maksimus Regus, sejumlah pastor dan biarawati, Forkompinda Manggarai Barat, dan sejumlah umat ikut di kapal itu.
Sementara di belakang kapal utama berjejer sejumlah pinisi berukuran besar dan kapal open deck. Di urutan belakang berjejer ketinting yang dihiasi bendera merah putih. Suara puluhan ketinting itu menggelegar di tengah laut.
Formasi sembilan kapal dan puluhan ketinting ini menyuguhkan pemandangan indah di perairan Labuan Bajo. Formasi kapal-ketinting berlayar ini diapit ratusan pinisi yang berlabuh di perairan Labuan Bajo. Gemuruh suara ketinting dan kapal meramaikan suasana prosesi laut ini.
Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara kemudian disambut ribuan umat ketika tiba di Waterfront City. Patung Bunda Maria disambut dengan tarian Ja'i, lantunan doa, dan nyanyian. Mereka yang membawa lilin terlihat mendaraskan doa dan menyanyikan lagu.
Patung Bunda Maria itu selanjutnya diarak ribuan umat ke Gua Maria di Golo Koe, sekitar 5 kilometer (km) dari Marina Waterfront Labuan Bajo. Mereka berjalan kaki sambil mendaraskan doa dan menyanyikan lagu pujian.
"Prosesi sore hari ini adalah salah satu puncak dari rangkaian Festival Golo Koe tahun 2026. Hari ini adalah prosesi arca Bunda Maria, prosesi laut dan prosesi darat yang sekarang sedang berlangsung menuju ke Gua Golo Koe," jelas Ketua Umum Panitia Festival Golo Koe 2026, Romo Yohanes Fakundo Selman.
Yohanes juga menjelaskan alasan prosesi itu dilakukan di laut hingga darat. "Allah kan sudah menciptakan alam dan bumi dan segala isinya bukan hanya darat, tetapi juga laut. Maka penting juga supaya Bunda Maria juga berziarah bukan hanya di darat, tetapi juga di laut. Itu pesan penting kenapa bukan hanya darat, tetapi juga laut," jelas dia.