Pameran ROOTED, Padukan Seni Lukis dan Bonsai di ZIN Cafe Canggu

Fabiola Dianira - detikBali
Minggu, 12 Jul 2026 14:12 WIB
Foto: Pameran seni ROOTED memadukan seni tanaman bonsai dan karya lukis di ZIN Cafe, Canggu, Badung, Sabtu (11/7/2026). (Fabiola Dianira)
Badung -

Keindahan tanaman bonsai dan jejeran lukisan di atas kanvas terlihat berpadu cantik di ZIN Cafe, Canggu, Badung. Di tempat ini, selain menikmati makanan dan minuman, para pelanggan juga dapat menikmati pameran seni imersif bertajuk ROOTED.

Melalui perpaduan karya seni visual, bonsai, dan instalasi yang dikurasi secara khusus, ROOTED mengajak pengunjung mengeksplorasi hubungan mendalam antara alam, kreativitas, dan kehidupan.

Terinspirasi oleh ketangguhan alam yang tumbuh dalam keheningan, pameran ini merefleksikan perjalanan kehidupan layaknya sebuah benih kecil yang berakar di dalam tanah sebelum akhirnya bertumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar. Setiap proses pertumbuhan membutuhkan waktu, kesabaran, dan keseimbangan.

Pameran ini menghadirkan karya dari Jefa, Bonsai D'Uma, Kendisan, dan Naken Wijaya. Masing-masing seniman menyuguhkan interpretasi unik mengenai identitas, transformasi, dan harmoni kehidupan melalui medium yang berbeda.

Pameran seni ROOTED memadukan seni tanaman bonsai dan karya lukis di ZIN Cafe, Canggu, Badung, Sabtu (11/7/2026). (Fabiola Dianira)

Founder Bonsai D'Uma Bali, Thomas Agus Satika, mengungkapkan bahwa pihaknya membawa 10 pohon bonsai ke pameran ini dengan jenis tanaman cemara, ficus beringin, kaliage atau sisir, dan barbados cherry atau sianci. Ia menjelaskan salah satu jenis, cemara, dianggap sebagai salah satu jenis klasik di dunia bonsai.

"Di dunia bonsai, cemara itu dianggap sebagai 'nenek moyangnya bonsai' karena merupakan jenis pohon yang paling umum dan klasik untuk dijadikan bonsai, sama seperti ficus kimeng. Lalu kami juga bawa sianci karena jenis ini berbuah," ujarnya saat ditemui di sela pembukaan pameran ROOTED, Sabtu (11/7/2026).

Melalui pameran ini, Bonsai D'Uma juga mengemban misi edukasi. Mereka ingin memberi tahu masyarakat bahwa bonsai tidak melulu soal dedaunan hijau, melainkan ada juga jenis yang bisa berbunga dan berbuah. Berbeda dengan karya seni lain yang sekali jadi, pembuatan bonsai membutuhkan komitmen waktu yang luar biasa panjang.

"Kalau bonsai, kita mengerjakan satu pohon itu seumur hidup. Selama pohonnya hidup, kita akan terus bekerja menjaga ukurannya, kesehatannya, dan bentuknya. Contohnya pohon cemara yang ini, umurnya sudah sekitar 20 tahunan dan selama itu pula terus dirawat bentuknya," jelasnya.

Bonsai D'Uma menampilkan beberapa style atau gaya bonsai dalam pameran ini, mulai dari gaya twin (kembar), natural, bunjin, hingga cascade yang bentuknya menjuntai ke bawah layaknya air terjun.

"Harapan kami, lewat pameran ini bonsai bisa diterima oleh masyarakat yang lebih luas dan dianggap sebagai salah satu karya seni living art yang bisa dinikmati oleh segala kalangan," harap Thomas.



Simak Video "Video: Balita di Bali Terseret Banjir, Ditemukan Tewas Sejauh 6 Kilometer"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork