Setiap kebudayaan daerah di Indonesia, upacara kematian memiliki peranan penting dalam susunan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), masyarakat lebih mengenal Pesta Kenduri sebagai bagian dari upacara kematian.
Sebagai bagian dari warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun, Pesta Kenduri tetap dijaga hingga kini. Pesta Kenduri masih dipraktekkan secara luas oleh masyarakat penganut agama Kristen Katolik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upacara kematian Kenduri tergolong cukup populer dan masih terus dijalankan oleh masyarakat Flores dan sekitarnya. Pesta Kenduri dilakukan sebagai praktik keagamaan tradisional yang menjadi bagian dari peringatan kematian yang sarat akan makna spiritual.
Berikut ulasan lengkap mengenai sejarah dan fungsi dari Pesta Kenduri dalam kepercayaan masyarakat Manggarai, seperti yang dirangkum dari beberapa sumber di bawah ini. Yuk, simak informasi selengkapnya!
Apa Makna Pesta Kenduri Manggarai?
Upacara kematian Kenduri dimaknai sebagai perayaan kenaikan jiwa bagi orang yang telah meninggal dunia. Tradisi ini diyakini sebagai bagian dari praktik keagamaan tradisional yang berjalan sesuai dengan iman Kristen Katolik. Sehingga kerap disandingkan dengan kisah Yesus Kristus yang naik ke surga setelah 40 hari kebangkitan-Nya dari kematian.
Dalam kepercayaan masyarakat setempat, manusia dipahami sebagai entitas suci yang terdiri dari satu kesatuan antara badan dan jiwa yang tidak terpisahkan selama hidup. Sedangkan kematian diyakini sebagai proses berpisahnya badan dan jiwa, di mana tubuh akan kembali ke alam, sementara jiwa tetap hidup dan melanjutkan perjalanan ke alam baka.
Sebelum menuju alam keabadian, roh orang yang meninggal dipercaya masih tinggal sementara bersama keluarga dalam masa berkabung. Dan setelah masa ini berakhir, keluarga mendiang akan menggelar upacara kematian, yang disebut sebagai Pesta Kenduri untuk melepas roh dan mengucapkan selamat jalan, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada jiwa yang telah tiada.
Apa Saja Rangkaian Prosesi Pesta Kenduri?
Dilansir dari buku "Bukan Berhala: Penghormatan Kepada Roh Orang Meninggal" karya Dr. Alex Jebadu, pesta kenduri umumnya dapat dilaksanakan sepanjang tahun. Tradisi ini biasanya berlangsung selama beberapa hari. Puncaknya, pesta melepas jiwa akan diadakan setelah prosesi pemakaman selesai, tepatnya pada masa jaga malam terakhir atau yang biasa disebut sebagai taung wie d'ata mata.
Rangkaian upacara adat kematian di wilayah Manggarai, baik di bagian timur maupun barat, umumnya memiliki tahapan yang serupa. Adapun tahapan upacara tersebut diawali dengan tokong bako, yaitu tradisi menjaga jenazah sejak kematian terjadi.
Selanjutnya, keluarga yang sedang berduka akan mempersembahkan berbagai macam hewan, seperti babi atau kerbau, sebagai simbol kasih sayang dan penghormatan. Pada prosesi ini, tradisi Raga dilakukan oleh masyarakat setempat seperti menampilkan tarian adat sambil melantunkan syair lagu dengan makna spiritual yang sakral.
Tahap berikutnya adalah ela tekang tanah, dimana keluarga akan menyiapkan liang lahat sebagai tempat peristirahatan terakhir, kemudian dilanjutkan dengan pemakaman. Setelah itu, prosesi doa bersama yang digelar akan ditujukan kepada mendiang, sekaligus permohonan untuk membuka jalan rezeki bagi keluarga yang ditinggalkan.
Rangkaian ritual berlanjut pada hari ketiga setelah pemakaman melalui saung ta'a atau ceki telu, yang prosesi pencucian kain kafan yang belum disempurnakan saat penguburan. Prosesi adat ini kemudian ditutup dengan lulung towe lepet, yaitu penggulungan tikar yang digunakan sebagai alas pembaringan jasad selama masa berkabung.
Rangkaian upacara kematian tersebut harus dilaksanakan sesuai ketentuan adat, karena diyakini mampu melindungi keluarga yang ditinggalkan dari gangguan roh jahat. Sebaliknya, apabila ritual adat tersebut tidak dijalankan, masyarakat setempat percaya bahwa segala bentuk petaka dapat menimpa keluarga yang ditinggalkan.
Demikian ulasan mengenai Pesta Kenduri di Manggarai, lengkap dengan makna dan prosesi ritualnya. Semoga informasinya bermanfaat ya, detikers!
(nor/nor)










































