detikBali

Upacara Zairo, Tradisi Sumba Barat untuk Memohon Maaf ke Dewi Padi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Upacara Zairo, Tradisi Sumba Barat untuk Memohon Maaf ke Dewi Padi


Devie Vyatri Permata Cahyadi - detikBali

Ilustrasi masyarakat Sumba
Ilustrasi masyarakat Sumba. Foto: (dok Nihiwatu)
Sumba Barat -

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki upacara adat yang cukup populer antara lain Reba, Lepa Bura, Elkoil Oot, hingga Pasola. Namun, tahukah kamu? Ada satu tradisi adat yang tak kalah menarik dari Sumba Barat, yakni Upacara Adat Zairo.

Zairo merupakan upacara adat yang dilakukan sebagai wujud meminta permohonan maaf kepada Dewi Padi yang dianggap sebagai pelindung tanaman padi akibat kegagalan panen. Masyarakat Sumba Barat percaya bahwa dengan memberikan persembahan kepada Dewi Padi, hasil panen yang semula gagal bisa kembali menjadi lebih baik setelahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ulasan mengenai makna hingga prosesi dari Upacara Adat Zairo. Yuk, simak informasinya di bawah ini!

• Makna Upacara Adat Zairo

ADVERTISEMENT

Jika biasanya suku-suku lain di Indonesia mengadakan ritual saat musim panen untuk berterima kasih kepada Tuhan sebagai bentuk rasa syukur mereka terhadap kekayaan alam yang berlimpah. Hal ini sedikit berbeda dari tujuan Upacara Zairo. Upacara adat ini dilakukan masyarakat Sumba Barat untuk meminta keselamatan dengan cara memohon maaf kepada Dewi Padi.

Masyarakat setempat percaya bahwa kegagalan panen yang terjadi disebabkan oleh cuaca buruk atau sambaran petir yang membakar jiwa atau roh padi yang akan melayang-layang tanpa arah. Maka dari itu, Upacara Zairo dilakukan untuk membangitkan jiwa dan semangat padi agar kembali dalam bentuk hasil panen yang lebih baik.

• Prosesi Upacara Adat Zairo

Layaknya tradisi suku lain yang menyiapkan persembahan kepada Tuhan dan Alam dalam bentuk sesajen, hasil panen, atau hewan kurban. Pada Upacara Adat Zairo, masyarakat juga akan berdoa, melakukan perjamuan dan memberi persembahan berupa hewan kurban seperti daging ayam atau babi dan juga minuman.

Upacara ini biasanya dilakukan di rumah adat, di daerah lahan perkebunan dimana kegagalan panen itu terjadi. Harapannya agar setiap warga terutama para petani dan keluarganya tidak akan mengalami nasib buruk yang berkelanjutan. Menariknya lagi, ternyata Upacara Zairo ini masih terus dilakukan di Sumba Barat hingga saat ini lho, detikers.

Nah, itu dia sedikit pemaparan informasi dari uniknya Upacara Zairo dari NTT. Menarik bukan? Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kalian ya, detikers!



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads