detikBali

Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau Padati Bandara Ngurah Rai

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau Padati Bandara Ngurah Rai


Fabiola Dianira - detikBali

Suasana penumpang yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (6/9/2026).
Foto: Suasana penumpang yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (6/9/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Badung -

Sebanyak 17 penerbangan di Bandara Ngurah Rai dibatalkan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Walhasil, para penumpang rute Bali-Jakarta terlihat memadati satu-satunya bandara komersial di Bali itu, Minggu (6/9/2026).

Pantauan detikBali di terminal keberangkatan domestik Bandara Ngurah Rai, Minggu, terlihat ratusan penumpang menunggu kepastian penerbangan di sekitar layanan customer service (CS) maskapai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para penumpang menunggu informasi dari pihak maskapai terkait penerbangan mereka yang dibatalkan atau dijadwalkan ulang. Sebagian penumpang duduk di area yang telah disediakan. Sementara, lainnya mengantre di meja pelayanan CS.

Maskapai Citilink dan Garuda menyediakan meja pelayanan untuk melayani penumpang yang penerbangannya terdampak.

ADVERTISEMENT

Salah satu penumpang yang terimbas adalah Iqbal dan rombongan kantornya. Dia seharunya hari ini terbang menuju Lampung dengan transit di Jakarta. Dia bersama lima anggota rombongan kantornya telah berada di Bali selama tiga hari.

"Saya dari Bali mau ke Lampung, baru tahu maskapainya terdampak pukul 11.51 Wita. Pesawat kami di jam 13.35 Wita," ujar Iqbal saat ditemui di terminal keberangkatan Bandara Ngurah Rai, Minggu siang.

Iqbal mengatakan pihak maskapai memberikan sejumlah pilihan kepada penumpang, yakni menjadwalkan ulang penerbangan atau melakukan refund. Dia dan rombongannya memilih untuk menjadwalkan ulang penerbangan.

"Sudah ke maskapai dan dikasi opsi di-reschedule atau di-refund, lalu kami milih untuk di-reschedule dulu kemungkinan besok katanya," imbuhnya.

Menurut Iqbal, apabila penerbangan kembali tersedia dan kondisi cuaca mendukung, dia berharap dapat berangkat pada Senin (7/9). Namun, jika belum ada kepastian, rombongannya akan mencari alternatif perjalanan lain.

"Kalau besok ada pesawatnya atau cuaca sudah mendukung bisa besok. Kalau masih tidak ada kepastian sampai besok, mungkin kami akan cari skema lain, dari Bali ke Jogja kemudian Jogja ke Palembang dan mungkin dilanjutkan naik darat," jelasnya.

Selain penumpang domestik, sejumlah penumpang asing juga terdampak. Salah satunya Elena Orlova, wisatawan asal Rusia yang seharusnya melanjutkan perjalanan dari Bali menuju Rusia pada Minggu pagi.

Elena mengatakan seharusnya terbang menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Beijing dan kemudian Moskow.

"Kami sepatutnya pergi ke Rusia malam ini dan kami memiliki interchange di Beijing. Jadi, dari Jakarta ke Beijing, dari Beijing ke Moskow," jelasnya.

Elan mengaku khawatir karena beberapa barangnya ditinggalkan di Jakarta. Kondisi tersebut membuatnya semakin bingung karena belum mendapatkan kepastian mengenai penerbangan berikutnya.

"Hal yang terburuk, saya meninggalkan barang-barang saya di Jakarta. Saya meninggalkan baju-baju, barang-barang, pakaian saya," imbuhnya.

Elena mengatakan pihak maskapai telah menjanjikan pengembalian biaya penerbangan, tetapi hingga saat ini belum diterimanya. Dia juga mengaku belum mendapatkan alternatif penerbangan yang jelas.

"Mereka menjanjikan uang penerbangan, tapi mereka belum melakukannya. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan karena mereka tidak menawarkan alternatif," tandasnya.

Elena telah membeli penerbangan ke Jakarta pada malam nanti. Namun, dia mengaku khawatir karena mendapat informasi bahwa aktivitas vulkanik dapat berlangsung selama beberapa hari.

"Saya berharap saya masih akan terbang. Tapi, saya tidak yakin karena mereka mengatakan volcano bisa berlaku beberapa hari," katanya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads