Daftar Isi
Indonesia memiliki berbagai arsitektur tradisional. Salah satu yang masih bertahan hingga saat ini adalah Uma Lengge, bangunan khas dari masyarakat Suku Mbojo, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bangunan khas ini bukan hanya sekedar rumah, melainkan bentuk nyata dari kecerdasan lokal dan ketahanan pangan. Uma Lengge yang memiliki bentuk unik dengan atap runcing menjulang yang dibangun menggunakan bahan-bahan alami.
Keberadaannya yang masih dipertahankan hingga saat ini tidak hanya menjadi identitas Suku Mbojo, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uma Lengge dalam Kehidupan Masyarakat Suku Mbojo
Uma Lengge di Bima Foto: (Faruk Nickyrawi/detikTravel) |
Jika diartikan dalam bahasa Bima, "uma" berarti rumah dan "lengge" mengerucut atau pucuk yang menyilang. Bangunan tradisional ini memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan hasil panen yaitu padi. Karena fungsinya itu bangunan ini dirancang khusus untuk menjaga bahan pangan yang disimpan agar tetap awet dan aman dari segala ancaman baik itu hama maupun gangguan cuaca.
Ada fakta unik tentang bangunan khas ini, ternyata struktur bangunan ini dipengaruhi oleh budaya lain yaitu Bugis-Makassar dari Sulawesi dan budaya Jawa di masa Majapahit abad ke-14 Masehi. Sedangkan untuk struktur bangunannya, Uma Lengge ini terdiri atas tiga tingkat.
Tingkat pertama atau bagian bawah hanya ruangan terbuka yang biasanya dibentuk menjadi bale-bale, lalu pada tingkat dua difungsikan sebagai tempat tidur juga sebagai dapur keluarga, dan yang terakhir tingkat tiga paling atas menjadi tempat penyimpanan hasil tani atau lumbung.
Alasan Uma Lengge Memiliki Bentuk yang Unik
Uma Lengge ini memiliki fungsi utama sebagai lumbung penyimpanan pangan. Dasar dari bangunan khas Suku Mbojo ini menjadi bagian utama sebagai alas penopang. Serta bangunan yang tinggi membuat hama-hama seperti tikus akan tidak akan bisa masuk.
Pada bagian tengah lengge juga dilengkapi dengan empat tiang utama yang disebut dengan ri'i. struktur bangunan yang tinggi selain berfungsi sebagai penghalang hama juga menjadi penghalang jika ada banjir atau gangguan eksternal lainnya.
Proses Pembangunan Uma Lengge
Uma Lengge di Bima Foto: (Faruk Nickyrawi/detikTravel) |
Dalam prosesnya, Uma Lengge tidak dibangun secara sembarangan. Ini terlihat dari struktur bangunan yang terbilang rumit dan masih menggunakan cara tradisional. Biasanya pembangunan Uma Lengge akan melibatkan banyak warga dengan prinsip gotong royong. Diawali dengan peletakan batu pondasi dan mendirikan empat tiang ri'i lalu akan dilanjutkan dengan pembangunan seluruh bangunan.
Uma Lengge sebagai Daya Tarik Wisata
Seiring meningkatnya minat wisatawan akan wisata budaya, tentunya Uma Lengge menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi baik itu wisata domestik maupun mancanegara. Wisata edukasi ini berlokasi di Kecamatan Wawo, Bima. Namun dengan perkembangan zaman Uma Lengge sudah mulai dialihfungsikan sebagai lumbung padi saja, sedangkan untuk penggunanya memiliki rumah tersendiri terpisah dengan Uma Lengge.
Modernisasi menjadi salah satu tantangan besar bagi pelestarian bangunan khas Suku Mbojo ini. Meski demikian, pemerintah dan generasi muda setempat sadar akan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur ini, yang tidak hanya berfungsi sebagai bangunan tradisional namun juga menjadi identitas masyarakat Suku Mbojo.
(nor/nor)

