Sejauh 540 kilometer ditempuh Angelique Khieu, karyawan Google berusia 26 tahun, demi bekerja di kantor. Alih-alih pindah ke San Francisco, tempatnya bekerja, perempuan ini memilih terbang dari Los Angeles hingga 10 kali dalam sebulan untuk memenuhi kewajiban masuk kantor.
Dilansir dari detikINET, Khieu bekerja di divisi penjualan Google dengan sistem kerja hibrida yang mengharuskannya berada di kantor tiga hari dalam seminggu. Ia memilih mempertahankan tempat tinggalnya di Los Angeles meski harus menempuh perjalanan jauh untuk bekerja.
Rutinitasnya dimulai sekitar pukul 04.30 pagi. Ia berkendara menuju Bandara Internasional Los Angeles untuk mengejar penerbangan pukul 06.00 pagi. Setelah menempuh perjalanan udara selama 90 menit, ia melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum ke kantor dan biasanya tiba pukul 08.30 pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khieu memiliki tempat tinggal di Los Angeles dan San Francisco. Dengan begitu, ia bisa menginap di San Francisco ketika harus masuk kantor selama beberapa hari berturut-turut, alih-alih terbang bolak-balik setiap hari. Pada paruh pertama 2026, ia terbang hampir setiap minggu, dengan frekuensi enam hingga 10 penerbangan per bulan. Namun, intensitas perjalanannya kini mulai berkurang.
Khieu bergabung dengan Google pada Januari setelah hampir dua tahun bekerja di perusahaan perangkat lunak NetSuite. Ia lulus dari University of California, Los Angeles (UCLA) pada 2023 dengan gelar di bidang sosiologi.
Rutinitas perjalanan kerja yang tak biasa itu menarik perhatian publik setelah Khieu membagikan video di TikTok yang telah ditonton hampir 700.000 kali. "Semua orang mengira saya gila," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rutinitas tersebut kini terasa sangat normal. Khieu bahkan sering bertemu dengan penumpang lain yang melakukan perjalanan serupa.
Meski demikian, bepergian dengan pesawat bukan tanpa kendala. Penerbangan yang ditunda atau dibatalkan menjadi tantangan tersendiri, terlebih Khieu kerap memesan tiket hanya sehari sebelum keberangkatan.
Pada satu kesempatan, penerbangan yang dibatalkan memaksanya menyewa mobil bersama empat penumpang lain. Mereka pun harus menempuh perjalanan darat selama sekitar tujuh jam untuk mencapai kota tujuan.
Terlepas dari berbagai ketidaknyamanan tersebut, Khieu mengatakan pengaturan ini memungkinkannya mengejar karier tanpa harus meninggalkan kehidupan pribadinya di Los Angeles.
"Saya tak ingin merombak kehidupan pribadi saya, tapi saya tahu bahwa mengambil pekerjaan baru di kota yang baru adalah langkah tepat untuk karier profesional," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa keluarga dan teman-temannya sangat mendukung keputusannya. Dukungan tersebut membantunya menyeimbangkan komitmen pekerjaan dan urusan pribadi di kedua kota itu.
Artikel ini telah tayang di detikINET. Baca selengkapnya di sini!