Pemerintah Korea Selatan menghibahkan 11 bus listrik untuk dioperasikan sebagai transportasi umum ramah lingkungan di Bali. Bus tersebut akan mengaspal dan digabungkan dalam armada Trans Sarbagita yang beroperasi di Bali mulai Kamis (22/10/2026). Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Yoon Soon-gu me-launching bus tersebut di Renon, Denpasar, Kamis.
Proyek Bali E-Mobility ini merupakan hasil dari kerja sama Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan dengan Kementerian PPN/Bappenas yang difasilitasi Global Green Growth Institute (GGGI). Selain menghibahkan unit bus, Pemerintah Korea Selatan juga memberikan enam stasiun pengisian daya untuk bus-bus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Rachmat Pambudy menyambut upaya serius untuk mendukung kebersihan udara dan lingkungan dengan bus listrik ini.
Dia mengharapkan proyek yang diinisiasi dari Bali ini sebagai model untuk daerah lain dan bahkan model bagi pembangunan dunia. "Tentu saja, kita ingin Bali menjadi model bagi tidak hanya pembangunan Indonesia, tapi juga pembangunan dunia," ungkap Rachmat dalam peluncuran bus di Denpasar, Kamis.
Peluncuran bus listrik Trans Sarbagita di Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026). (Foto: Putu Yonata/detikBali) |
Dia juga menyinggung kearifan masyarakat Hindu Bali yakni Tri Hita Karana sebagai sarana untuk berkaca dalam melakukan pembangunan. Tri Hita Karana yang mendorong manusia untuk menjaga keharmonisan salah satunya dengan alam juga dapat dijadikan acuan untuk membangun suatu daerah.
"Hari ini Tri Hita Karana diwujudkan dalam aspek yang lebih luas, bukannya membangun pribadi, bukannya membangun keluarga, tetapi juga membangun provinsi," tuturnya.
Sementara itu, Dubes Yoon Soon-gu, mengharapkan fasilitas yang dihibahkan dapat membantu Bali untuk bertransformasi untuk mengurangi emisi dan memberikan transportasi umum yang memadai.
Proyek ini diharapkan mampu menjadi acuan untuk kebijakan transportasi umum yang lebih ramah lingkungan di masa depan.
"Melihat ke depan, saya berharap pengalaman yang diperoleh dari proyek percontohan ini akan mematangkan kebijakan transportasi ke arah yang lebih ramah lingkungan," ujar Yoon.
Acara peluncuran bus itu juga diikuti oleh perwakilan dari Kementerian ESDM serta perwakilan dari GGGI. Sebanyak 11 unit bus yang dihibahkan itu akan dioperasikan secara uji coba terlebih dahulu kepada masyarakat secara gratis.
