Pertamina bakal menyalurkan puluhan juta liter Pertalite dan Pertamax secara bertahap selama beberapa hari ke depan. Hal itu diharapkan menjadi jalan keluar terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) se-Bali.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara Gubernur Bali Wayan Koster dan Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Depo Pertamina Sanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026). Menurut Koster, Pertamina memastikan stok BBM di Bali aman dalam dua pekan ke depan.
Koster menerangkan Pertamina telah mendatangkan 19,2 juta liter Pertalite pada hari ini. Jumlah tersebut ditaksir cukup untuk 6-7 hari ke depan dengan memperhitungkan kebutuhan Pertalite harian di Bali yang mencapai 2-3 juta liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sebanyak 3 juta liter Pertamax juga disebut telah tiba di Bali dan diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai tiga hari ke depan. "Jadi, dari segi ketersediaan yang datang hari ini, itu sampai tujuh hari ke depan," ungkap Koster di Depo Pertamina Sanggaran, Selasa sore.
Adapun tambahan BBM akan disalurkan ke Bali secara bertahap pada 15-17 Oktober. Sebanyak 25 juta liter Pertalite yang akan dikirim diperkirakan cukup untuk 10 hari. Kemudian, sebanyak 13 juta liter Pertamax juga diestimasikan cukup untuk 10-11 hari ke depan.
"Dengan demikian, maka yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan," tutur Koster.
Koster juga telah berkoordinasi dengan Polda Bali agar menyiagakan patwal untuk truk tangki BBM yang didistribusikan dari Depo Pertamina Manggis dan Sanggaran. Hal itu bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi BBM ke seluruh penjuru Bali.