Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus mengupayakan penanganan abrasi Pantai Kuta untuk mengakomodasi kebutuhan proteksi pesisir sekaligus mengembalikan kondisi pantai. Penambahan pasir hingga sepanjang 125 meter dari bibir pantai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida kini tengah berjalan dan ditargetkan rampung pada tahun depan.
"Dilema kita kan ada dengan surfer. Mereka ingin ombak tetap ada. Kalau kita pasang breakwater, menurut surfer di Pantai Kuta ombaknya bisa tidak ada. Ini yang terus dikaji," kata Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, Senin (12/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah penanganan ini menjadi perhatian serius setelah Gus Bota bersama bupati Badung dan gubernur Bali, mendampingi Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri meninjau abrasi Pantai Kuta, Minggu kemarin.
Dalam peninjauan itu, Megawati menekankan agar abrasi ditangani secara optimal tanpa merusak estetika kawasan wisata.
"Arahan Ibu Mega sudah jelas bagaimana kita menangani abrasi ini dengan baik tanpa menghilangkan estetika Kuta. Kita bersama, Pak Bupati juga akan mengumpulkan dan berdiskusi dengan para surfer di Kuta," ujar Gus Bota.
Secara teknis, kata politikus PDIP itu, kondisi pesisir Pantai Kuta melengkung seperti teluk, membuat arus laut memicu pengikisan pasir secara terus-menerus. Kondisi geologis tersebut membuat penambahan pasir berisiko tergerus kembali dalam jangka pendek jika tanpa bangunan pemecah gelombang.
"Kalau tidak dipasang breakwater di depan, jarak dua tahun pasirnya hilang dan tergerus lagi. Kalau terus dilakukan penambahan pasir tetap bisa, tapi akan ada kegiatan penanganan terus-menerus," tutur Gus Bota.
Gus Bota meyakinkan proyek restorasi pesisir oleh BWS Bali-Penida dipastikan tetap berjalan. Sejauh ini Pemkab Badung terus menjalin komunikasi intens dengan pemerintah pusat agar penataan kawasan Kuta ini berjalan sesuai harapan.
"Harusnya tahun depan sudah harus clear, cuma mungkin ada kendala teknis, sempat macet. Tapi penanganan dari BWS dengan dana pusat hampir Rp 4 triliun untuk penambahan pasir 125 meter ini harusnya sudah selesai," pungkas Gus Bota.