detikBali

Jelang Musim Tanam Padi, Petani di Klungkung Minta Perbaikan Irigasi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jelang Musim Tanam Padi, Petani di Klungkung Minta Perbaikan Irigasi


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Salah satu tanggul saluran irigasi yang ambles di jembatan sungai Candigara Desa Kusamba, Dawan, Klungkung, Bali. (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Foto: Salah satu tanggul saluran irigasi yang ambles di jembatan sungai Candigara Desa Kusamba, Dawan, Klungkung, Bali. (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Kondisi saluran irigasi yang mengalami kerusakan menjadi kendala petani di Klungkung, Bali. Terlebih, sekarang sudah memasuki musim ketiga tanam padi tahun ini.

"Saluran yang masih banyak rusak memang jadi masalah irigasi saat memasuki musim tanam padi tahun ini," kata Nyoman Budi Arsa, salah seorang petani di Kecamatan Dawan, Klungkung, pada detikBali, Senin (28/9/2026).

"Selain itu, masalah kami juga sampah. Banyak pedagang dan masyarakat yang membuang limbahnya ke saluran irigasi pertanian," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain cuaca dan hama, petani juga sangat terganggu oleh saluran yang kotor dan sering macet. Menurut Arsa, hal itu sangat memengaruhi hasil panen.

ADVERTISEMENT

"Ya, harapan kami bisa segera dilakukan perbaikan dan penindakan bagi warga yang membuang sampah sembarangan. Apalagi di saluran irigasi," pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPRPKP Klungkung, I Made Jati Laksana, mengakui belum seluruh jaringan irigasi yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki. Pemerintah daerah harus melakukan penanganan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran.

"Memang untuk tahun ini kita tidak ada program pembangunan saluran irigasi. Melainkan hanya rehabilitasi. Itu juga karena kemampuan anggaran terbatas, tidak seluruh titik kerusakan bisa langsung ditangani," terang Jati Laksana.

Pada 2026, salah satu sumber pembiayaan yang diandalkan Pemkab Klungkung berasal dari program Instruksi Presiden (Inpres).

Melalui dukungan tersebut, rehabilitasi jaringan irigasi tahun ini mencakup sekitar 4,802 kilometer. Pekerjaannya tersebar di tujuh daerah irigasi, yakni Subak Giri di Kecamatan Banjarangkan, kemudian Subak Nyanglana, Subak Pau dan Subak Lemek di Kecamatan Klungkung.

Penanganan juga menyasar Subak Sengkiding, Subak Tunggak Alas dan Sidayu.

"Rehabilitasi irigasi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan pembiayaan dan tingkat kerusakan di masing-masing daerah irigasi," jelasnya.

Upaya memperbaiki jaringan pengairan sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Pada 2025, pemerintah menangani sekitar 11,11 kilometer jaringan irigasi.

Namun, panjangnya jaringan yang mengalami kerusakan membuat kebutuhan rehabilitasi masih jauh lebih besar dibandingkan kemampuan penanganan setiap tahunnya.

Jati Laksana menerangkan masalah sampah juga memang kerap ditemui di lapangan. Ia mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran bersama.

"Sampah di saluran ini menyebabkan terjadinya luapan yang menyebabkan banjir. Selain itu juga berpotensi merusak tanggul irigasi," pungkasnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads