Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung berkolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Bali mengucurkan penyaluran tambahan (extra dropping) LPG 3 kg sebanyak 48 kali hingga 25 September 2026. Langkah darurat ini disiapkan untuk mengatasi kelangkaan gas melon yang merata terjadi di wilayah Bali akibat lonjakan permintaan liburan.
"Penyaluran pasokan tambahan ini kami laksanakan sebanyak 48 kali pengiriman selama rentang 14 sampai 25 September 2026. Sebanyak 6.720 tabung disebar ke 24 titik lokasi di Badung yang ditengarai mengalami kelangkaan," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati, Senin (21/9/2026).
Selain extra dropping, Pemkab Badung juga bakal menggelar kegiatan operasi pasar murah di kawasan Dalung pada 22 September dan Canggu pada 24 September 2026. Kegiatan tersebut menyalurkan komoditas bahan pokok sekaligus tabung gas LPG 3 kg guna menekan gejolak harga di masyarakat.
"Operasi pasar murah ini kami jadwalkan tanggal 22 di Dalung dan tanggal 24 di Canggu. Komoditas yang disediakan selain bahan pokok juga menyalurkan LPG tiga kilo," ujar Rosyawati.
Pertamina mengonfirmasi bahwa pasokan gas dari pusat ke tingkat agen sebenarnya tetap aman dan tidak mengalami keterlambatan. Namun, kelangkaan di tingkat eceran dipicu oleh lonjakan konsumsi di masyarakat.
"Stok dari Pertamina ke agen sebenarnya aman sesuai ketentuan dan tidak ada keterlambatan. Namun, permintaan melonjak karena ada dampak dari masa liburan yang lalu, serta banyak warga ber-KTP luar daerah membeli di pangkalan setempat," tutur Rosyawati.
Untuk mengamankan kebutuhan daerah, Kabupaten Badung memiliki alokasi kuota LPG bersubsidi sebesar 30 juta ton atau setara 10 juta tabung per tahun. Seluruh pasokan tahunan tersebut didistribusikan secara bertahap oleh Pertamina Patra Niaga Sales Area Bali ke agen dan pangkalan.
"Kuota tahunan LPG tiga kilo di Badung mencapai 30 juta ton atau sekitar 10 juta tabung per tahun. Distribusinya dilakukan secara bertahap oleh pihak Pertamina Patra Niaga," ungkap Rosyawati.
Masyarakat diimbau membeli gas bersubsidi langsung di pangkalan resmi dengan pembatasan satu KTP satu tabung agar merata. Pembelian di pangkalan resmi dijamin sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 18.000 berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 63 Tahun 2022.
"Pembelian gas di pangkalan dibatasi satu KTP untuk satu tabung supaya tidak diborong. Warga bisa mendapatkan harga resmi HET Rp 18 ribu di 700 pangkalan resmi yang lokasinya dapat dicek lewat situs subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg," jelas Rosyawati.
Pemerintah daerah meyakini kombinasi penyaluran pasokan tambahan dan operasi pasar murah ini mampu menghentikan kelangkaan gas bersubsidi di lapangan. Pihak Pertamina terus memantau ketersediaan stok agen agar kebutuhan warga terpenuhi.
"Dua upaya gabungan ini kami harapkan dapat mengatasi kelangkaan gas LPG tiga kilo di Badung. Pertamina sudah berkeliling memastikan pasokan agen aman dan siap memenuhi lokasi yang kekurangan stok," tegas Rosyawati.
Simak Video "SIAPA SANGKA HOBI JADI PROFESI?"
(hsa/hsa)