detikBali

Harga Daging Ayam di Badung Capai Rp 47 Ribu per Kg

Terpopuler Koleksi Pilihan

Harga Daging Ayam di Badung Capai Rp 47 Ribu per Kg


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Daging ayam di pasar Medan. (Hafizna Irasa Hasibuan/detikSumut)
Foto: Ilustrasi daging ayam potong di pasar. (dok. detikcom)
Badung -

Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DiskopUKMP) Kabupaten Badung memastikan sebagian besar harga bahan pokok (bapok) di sejumlah pasar tradisional hingga tingkat bawah masih normal, meski ada krisis BBM. Memang, ada beberapa komoditas yang naik harga. Salah satunya daging ayam ras yang harga tertingginya mencapai Rp 47 ribu per kilogram (kg).

"Tim kami turun setiap hari ke pasar-pasar rakyat di enam kecamatan untuk memantau perkembangan harga komoditas. Sampai saat ini belum ada indikasi kenaikan harga maupun kelangkaan bahan pokok, khususnya produk pertanian dan hortikultura," kata Kepala DiskopUKMP Badung Anak Agung Sagung Rosyawati, Sabtu (17/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rosya menyebut, timnya menggencarkan pemantauan harian terhadap 41 komoditas bapok dan barang strategis lainnya. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan barang serta mencegah potensi lonjakan harga di tengah kendala kelancaran distribusi BBM di Bali.

Berdasarkan hasil pemantauan di delapan pasar tradisional wilayah Kabupaten Badung, meliputi Pasar Kuta, Blahkiuh, Mengwi, Sempidi, Dalung, Kapal, Petang, dan Jimbaran, per Sabtu (17/10/2026), pergerakan harga sejumlah bahan pokok mulai tidak menunjukkan grafik kenaikan yang signifikan. Harga komoditas beras medium dan daging ayam ras terlihat sedikit naik.

ADVERTISEMENT

Untuk beras medium, harganya kini menyentuh Rp 16.000 per kilogram. Komoditas ini mengalami lonjakan dibanding periode 10-16 Oktober lalu yang di Pasar Blahkiuh dan Mengwi masih bertahan di kisaran Rp 15.000 per kilogram. Tren serupa terjadi pada daging ayam ras yang rata-rata dijual Rp 45.000 hingga Rp 47.000 per kilogram di seluruh pasar.

Angka tertinggi Rp 47.000 per kilogram terpantau di Pasar Blahkiuh dan Pasar Jimbaran, merangkak naik dari posisi awal Rp 45.000 per kilogram pada 10 Oktober.

Sementara itu, komoditas cabai rawit merah dibanderol di kisaran Rp 65.000 hingga Rp 75.000 per kilogram, dengan titik harga tertinggi berada di Pasar Petang. Di pasar yang sama, cabai merah besar dipasarkan antara Rp 32.000 sampai Rp 40.000 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil dan belum menunjukkan fluktuasi yang ekstrem. Harga telur ayam ras merata di seluruh pasar pada kisaran Rp 26.000 hingga Rp 28.000 per kilogram. Begitu pula dengan minyak goreng yang dipatok Rp 22.000 per liter, serta bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih yang konsisten berada di rata-rata harga Rp 30.000 hingga Rp 31.000 per kilogram.

Selain pengawasan di lapangan, Pemkab Badung telah menyiapkan skema operasi pasar sebagai langkah antisipasi menjaga stabilitas pasokan. Meski belum dipastikan, pelaksanaan operasi pasar ini nantinya melibatkan Bulog, Perumda Pasar dan Pangan MGS, serta jajaran distributor daerah.

"Kami sudah siapkan langkah antisipasi itu. Tujuan kami, ada upaya untuk mendorong ketersediaan stok barang strategis sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah kondisi seperti ini," pungkas Rosyawati.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads