Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gilimanuk di Jembrana, Selasa (25/8/2026). Proyek tersebut digadang-gadang berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).
Pembangunan PLTS bukan pertama kali dilakukan di Bali. Pada 2013, PLTS juga dibangun di Desa Kubu, Karangasem. Namun, PLTS Kubu belum beropasi alias mangkrak.
Pantauan detikBali di lokasi, kondisi PLTS yang dibangun di lahan seluas kurang lebih 1,2 hektare (Ha) tersebut cukup memprihatinkan. Hampir seluruh panel surya di bangunan PLTS Kubu ditumbuhi tanaman dan rumput liar. Bahkan, ada beberapa panel surya yang pecah.
Tidak ada satu orang pun yang terlihat di lokasi bangunan PLTS Kubu. Pintu pagar juga digembok karena hingga kini memang belum ada yang mengelola PLTS tersebut.
"Memang jarang ada yang datang, paling dalam setahun hanya satu atau dua kali saja datang untuk melakukan kontrol," kata salah seorang warga, I Made Duduk, saat ditemui di sekitar lokasi, Jumat (28/8/2026).
Duduk menuturkan tanaman liar sudah lama tumbuh di area PLTS Kubu, tetapi tidak ada yang melakukan pembersihan. Padahal, kondisi PLTS Kubu sangat bagus ketika baru selesai dibangun.
"Sangat disayangkan, bangunan yang dahulu dikatakan bagus, tetapi sekarang tidak ada manfaatnya, Jadi kesannya rugi bangun ini (PLTS)," ujar Duduk.
Duduk berharap bangunan tersebut bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya supaya tidak mubazir.
Simak Video "Peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air"
(iws/iws)