Perputaran uang pada kegiatan pasar rakyat di Kota Mataram jelang Maulid Nabi Muhammad SAW menembus hingga Rp 300 jutaan. Tingginya angka transaksi ini dipicu antusiasme warga Mataram dalam berburu bahan pokok murah di tengah lonjakan harga.
"Kalau kita lihat antusias masyarakat ini luar biasa. Contoh kemarin di Kantor Lurah Pejeruk, transaksi hampir mendekati angka Rp 50 juta. Di kelurahan lain rata-rata Rp 40 juta sekian," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih lah Rp 300 juta. Karena rata-rata Rp 40 juta sekian (di titik-titik lain)," sambungnya.
Jika dikalkulasikan perputaran uang di enam titik pasar murah di Kota Mataram diperkirakan mencapai Rp 300 juta lebih. Tingginya antusiasme warga untuk berbelanja di pasar murah bukan tanpa alasan. Harga miring dan lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar jadi daya tarik masyarakat untuk berbelanja.
"Yang paling banyak diserbu pembeli ada telur ayam, minyak goreng MinyaKita, dan beras SPHP," jelas Nida.
Nida menuturkan, telur ayam ras yang dijual di pasar murah dijual mulai dari Rp 39 ribu hingga Rp 45 ribu per tray. Harga telur ayam ini jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional yang mencapai Rp 50 ribu per tray.
"Kalau harga Minyakita dijual sesuai HET, yakni Rp 15.700 per liter. Dalam sehari, puluhan karton (dus) minyak langsung habis diserbu warga," ujarnya.
Selain telur ayam, minyak goreng dan beras, komoditas lainnya yang paling diburu warga jelang Maulid Nabi ini ialah gula pasir.
"Harga gula pasir dijual Rp 17.500 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga ritel modern, yang menyentuh harga Rp 18.500 sampai Rp 19 ribu per kilogram," tuturnya.
Diketahui, kegiatan pasar murah ini digelar di enam titik kelurahan padat penduduk jelang Maulid. Di antara lain, Kelurahan Kebun Sari, Ampenan; Getap Barat, Cakranegara; Kekalik Jaya, Sekarbela; Pejeruk, Ampenan; Mapak Dasan, Sekarbela; dan Geguntur, Sekarbela.